• Tue, May 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 May 2026 16:30  |

Emas Melemah Saat Risiko Inflasi Energi Naik Lagi

Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (26/5) setelah serangan AS di sekitar Selat Hormuz meredam optimisme bahwa pembicaraan untuk membuka kembali jalur kritikal tersebut akan segera menghasilkan terobosan. Ketegangan terbaru menjaga risiko inflasi berbasis energi tetap tinggi, membatasi daya tarik emas di tengah ekspektasi suku bunga yang masih ketat.

Bullion sempat turun hingga 1,1% dan bergerak sedikit di atas US$4.500 per ounce. Emas spot tercatat turun 1% ke US$4.523,43 per ounce pada 10:08 pagi waktu London. Perak ikut melemah 2,6% ke US$76,05, sementara platinum dan palladium juga turun.

Pemicu utama datang dari eskalasi terbatas di lapangan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga mencoba menempatkan ranjau. Washington menegaskan serangan bersifat defensif untuk melindungi pasukan AS, namun pasar menilai langkah itu dapat mengganggu momentum diplomasi yang sebelumnya dipandang mulai membaik.

Di saat yang sama, Brent naik lebih dari 3%, mempertegas kembalinya premi risiko pasokan karena jalur pelayaran masih efektif tertutup dan rentan gangguan. Kenaikan minyak ini menjadi kanal tekanan bagi emas: energi yang lebih mahal berpotensi menjaga inflasi tinggi dan memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan ketat, sehingga menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Dari sisi mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1% setelah turun 0,3% sehari sebelumnya, menambah hambatan bagi emas. Kombinasi dolar yang menguat tipis dan minyak yang naik mempersempit ruang pemulihan bullion, meski emas tetap memiliki fungsi lindung nilai ketika risiko geopolitik meningkat.

Sejak konflik pecah pada akhir Februari, emas disebut telah turun sekitar 14% karena pasar menaikkan taruhan kenaikan suku bunga saat lonjakan energi memicu kekhawatiran inflasi. World Gold Council menilai pemulihan emas yang berkelanjutan membutuhkan “pemutusan” korelasi dengan aset berisiko, dan pemulihan yang lebih solid berpotensi baru terlihat menjelang akhir tahun mengingat normalisasi keseimbangan energi membutuhkan waktu meski konflik mereda.

Fokus pasar berikutnya adalah perkembangan negosiasi pembukaan Hormuz, arah harga minyak pasca-eskalasi, dan perubahan ekspektasi suku bunga yang diturunkan dari dinamika inflasi energi dan pergerakan dolar. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai