Emas Labil, Pasar Mencerna The Fed
Harga emas menahan penurunan tiga hari setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS, namun memberi sinyal risiko inflasi tetap tinggi di tengah perang Iran yang mengaburkan prospek ekonomi. Bullion bergerak stabil di sekitar $4.540/oz, setelah turun 3,4% dalam tiga sesi sebelumnya.
Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga pada Rabu memang sesuai ekspektasi, tetapi disertai dissent hawkish dari beberapa pejabat yang menolak bahasa pernyataan yang mengisyaratkan bank sentral pada akhirnya akan kembali menurunkan suku bunga. Voting 8-4 menjadi yang paling terbelah sejak 1992, menegaskan perbedaan pandangan internal di tengah ketidakpastian yang meningkat akibat konflik yang kini memasuki bulan ketiga.
Pasar obligasi merespons dengan pelemahan, dengan yield Treasury 2-tahun naik paling besar pada “Fed decision day” sejak 2022. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya taruhan bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan biaya pinjaman bila tekanan inflasi bertahan, yang menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Nicky Shiels dari MKS PAMP menilai narasi “stagflation dan suku bunga tinggi” kembali dominan, dan risiko “Fed hikes” masih belum sepenuhnya diprice-in untuk emas.
Tekanan emas juga datang dari lonjakan energi. Emas bersiap mencatat penurunan bulanan kedua pada April, sementara harga energi melonjak karena kemajuan talks AS–Iran tersendat dan pengiriman energi melalui Selat Hormuz nyaris nol. Minyak menguat ke level tertinggi masa perang setelah Axios melaporkan Trump akan menerima briefing opsi militer baru terhadap Iran, dengan Brent diperdagangkan di atas $124/barel, mendekati level intraday tertinggi sejak Juni 2022.
Meski jangka pendek masih rapuh, data World Gold Council menunjukkan bank sentral menambah kepemilikan emas pada kuartal I dengan laju tercepat dalam lebih dari setahun, karena penurunan harga memicu pembelian yang menutup penjualan dari sebagian kecil institusi. Christopher Wong dari OCBC menilai lingkungan terbaru membuat harga emas perlu dicermati dengan hati-hati kecuali minyak melemah, namun kasus struktural jangka menengah tetap ditopang permintaan bank sentral dan diversifikasi cadangan. Pada perdagangan terbaru, spot gold naik 0,1% ke $4.553,38 (13.11 Singapura), sementara indeks dolar Bloomberg naik 0,1%.
5 inti poin:
- Emas stabil di sekitar $4.540 setelah turun 3,4% dalam tiga sesi.
- The Fed menahan suku bunga, tetapi voting 8-4 dan dissent hawkish memperkuat nada higher-for-longer.
- Yield 2-tahun melonjak tajam; pasar mulai memprice-in risiko kenaikan suku bunga bila inflasi persisten.
- Lonjakan energi dan kebuntuan talks menjaga tekanan inflasi; Brent > $124 usai laporan opsi militer baru.
- Permintaan bank sentral memberi bantalan jangka menengah, namun emas tetap sensitif pada minyak, USD, dan ekspektasi suku bunga.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id