Emas Rebound Dari Terendah Sepekan Jelang Minutes Fed
Harga emas menguat pada Rabu (18/2), memantul dari level terendah dalam sepekan yang tercapai pada sesi sebelumnya, saat investor menanti petunjuk baru terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pergerakan ini terjadi setelah emas sempat tertekan oleh membaiknya selera risiko pasar.
Emas spot naik 2% menjadi $4.975,09 per ons, sementara emas berjangka AS menguat 1,5% ke $4.980,24/oz. Kenaikan ini menandai pemulihan setelah penurunan tajam pada Selasa.
Pada perdagangan Selasa, emas turun lebih dari 2% ketika risk appetite meningkat menyusul kabar kemajuan negosiasi AS–Iran. Kedua pihak disebut mencapai pemahaman atas “prinsip panduan” utama dalam pembicaraan, sehingga permintaan aset safe-haven seperti emas sempat melemah.
Tekanan pada emas juga diperkuat oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar (DXY) naik tipis pada Rabu setelah menguat 0,3% pada Selasa, yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di saat yang sama, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat ikut mereda, menambah beban bagi logam mulia.
Analis ING menilai pelemahan terbaru lebih bersifat koreksi, dan emas berpotensi mendapat dukungan ketika likuiditas Asia kembali normal, sementara ketidakpastian makro tetap tinggi. Menurut mereka, faktor fundamental masih cukup konstruktif sehingga pelemahan harga cenderung memancing minat beli kembali.
Investor kini fokus pada rilis FOMC Meeting Minutes dari rapat kebijakan Januari yang dapat memberi sinyal soal waktu dan skala pelonggaran moneter. Pasar juga menunggu laporan inflasi PCE (indikator favorit The Fed) pada Jumat, yang berpotensi membentuk ekspektasi suku bunga.
Di pasar logam lain, perak melonjak 5,2% ke $77,375/oz, platinum naik 3% ke $2.079,10/oz, sementara tembaga turut menguat.(yds)
Symber: Newsmaker.id