• Mon, Apr 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 April 2026 11:10  |

Suku Bunga Bank Indonesia Diperkirakan Tetap, Rupiah dan Inflasi Masih Jadi Perhatian

Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% sepanjang 2026, seiring meningkatnya risiko inflasi akibat perang Iran yang kembali mendorong tekanan harga energi global. Dalam polling Reuters yang terbit 20 April 2026, mayoritas ekonom menilai BI masih akan memilih sikap hati-hati karena lonjakan harga minyak dapat memperumit upaya menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.

Sikap hati-hati itu sejalan dengan keputusan BI sebelumnya. Dalam rilis resmi 19 Februari 2026, Bank Indonesia menegaskan BI-Rate tetap di 4,75%, dengan fokus utama pada stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian global yang tinggi, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. Artinya, bahkan sebelum polling terbaru Reuters keluar, arah kebijakan BI memang sudah menunjukkan preferensi untuk menahan suku bunga dibanding terlalu cepat melonggarkan kebijakan.

Alasan utamanya kini makin jelas: perang Iran memperbesar risiko inflasi impor, terutama melalui jalur energi dan logistik. Reuters juga melaporkan bank sentral lain di kawasan Asia mulai menyesuaikan kewaspadaannya terhadap dampak konflik Timur Tengah, sementara IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan global 2026 dan menaikkan proyeksi inflasi global akibat gangguan energi dari perang tersebut. Bagi Indonesia, kondisi seperti ini membuat ruang pemangkasan suku bunga menjadi jauh lebih sempit.

Kesimpulannya, pesan pasar saat ini cukup tegas: BI kemungkinan masih akan mengutamakan stabilitas daripada pelonggaran. Selama harga energi tetap rawan naik, rupiah masih sensitif, dan inflasi global belum benar-benar jinak, BI diperkirakan akan menahan BI-Rate di 4,75% lebih lama. Ini adalah inferensi yang didukung oleh polling Reuters terbaru, keputusan resmi BI sebelumnya, dan memburuknya risiko inflasi global akibat konflik Timur Tengah.(Zaf)

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai