Ketegangan Timur Tengah Dorong USD/CHF Naik
USD/CHF bergerak naik mendekati area 0,7830 seiring pasar kembali merespons pembaruan ketegangan di Timur Tengah. Penguatan ini sejalan dengan rebound dolar AS secara lebih luas, setelah Reuters melaporkan greenback menyentuh level tertinggi satu pekan karena investor kembali memburu aset defensif di tengah memanasnya lagi hubungan AS-Iran dan penutupan ulang Selat Hormuz.
Kenaikan USD/CHF menarik karena pasangan ini mempertemukan dua aset yang sama-sama sering dilihat sebagai tempat berlindung saat pasar gelisah: dolar AS dan franc Swiss. Namun dalam fase terbaru ini, dolar tampak sedikit lebih unggul karena lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global ikut mendorong imbal hasil Treasury AS dan menopang indeks dolar. Reuters mencatat penguatan dolar kali ini juga menekan emas, menunjukkan pasar sedang menempatkan greenback sebagai perlindungan yang lebih langsung terhadap gejolak terbaru.
Dari sisi Swiss, franc sebenarnya masih punya fondasi kuat sebagai mata uang aman. Reuters sebelumnya melaporkan Swiss National Bank menahan suku bunga di nol pada Maret sambil memantau dampak perang Iran, dan bank sentral itu juga waspada terhadap penguatan franc yang terlalu cepat. Artinya, ketika dolar kembali menguat karena sentimen global, ruang bagi CHF untuk mengungguli greenback menjadi lebih terbatas, setidaknya dalam jangka pendek.
Kesimpulannya, kenaikan USD/CHF ke dekat 0,7830 lebih mencerminkan rebound dolar daripada pelemahan besar pada franc Swiss. Selama ketegangan Timur Tengah masih memicu kenaikan harga energi dan pasar tetap berhati-hati, pasangan ini berpotensi bertahan di area tinggi. Namun karena USD dan CHF sama-sama punya karakter safe haven, arah selanjutnya tetap akan sangat sensitif terhadap perubahan headline geopolitik dan pergerakan yield AS. Ini merupakan inferensi pasar yang didukung oleh penguatan dolar terbaru, lonjakan minyak, dan posisi defensif kedua mata uang tersebut.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id