Emas Turun Jelang Dua Data Data AS (Tenaga Kerja & Inflasi)
Harga emas jatuh lebih dari 1% pada Selasa (10/2), seiring pasar mulai “cooling down” alias konsolidasi menjelang rilis data tenaga kerja dan inflasi AS yang bisa kasih petunjuk baru soal arah suku bunga The Fed.
Emas spot turun 0,72% ke $5.027,79/ons pada pukul 15:17 waktu timur AS. Sementara emas berjangka AS (April) ditutup melemah 0,67% di $5.045,30/ons.
“Kita lagi lihat pullback ringan atau fase konsolidasi sebelum banjir data ekonomi penting keluar akhir pekan ini,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Data Nonfarm Payrolls (NFP) Januari dijadwalkan rilis Rabu, dengan perkiraan ekonom penambahan 70.000 pekerjaan. Lalu CPI AS (inflasi konsumen) rilis Jumat.
Di sisi lain, penjualan ritel AS Desember ternyata tak berubah (flat), bikin pasar menilai konsumsi dan ekonomi AS masuk jalur pertumbuhan yang lebih pelan di awal tahun.
Outlook ekonomi yang lebih “adem” ini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga: trader kini mem-price-in dua kali pemangkasan 25 bps tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah biasanya jadi angin segar buat emas (aset tanpa imbal hasil), karena biaya peluang memegang emas ikut turun. (FedWatch)
Meger menambahkan, dolar AS yang melemah kemungkinan masih akan jadi penopang harga, ditambah dukungan dari tensi geopolitik, harapan rate cut, dan level psikologis $5.000 yang masih jadi magnet perhatian pasar.
Dari India, investor ramai-ramai masuk ke ETF emas pada Januari saat harga meroket—bahkan untuk pertama kalinya, arus dana ke ETF emas melampaui arus ke reksa dana saham, menurut data industri yang dirilis Selasa.
Sementara itu, stok perak di brankas London tercatat 27.729 ton di akhir Januari (turun 0,3% dari Desember). Stok emas justru naik 0,6% ke 9.158 ton, menurut LBMA.
Untuk logam lain: perak spot turun 2,6% ke $81,21/ons (setelah melonjak hampir 7% sehari sebelumnya). Standard Chartered bilang, arus keluar produk ETP perak bikin perak rentan volatilitas dalam waktu dekat, tapi kondisi pasar yang masih kekurangan pasokan mengisyaratkan peluang pulih dalam beberapa bulan ke depan.
Platinum turun 1,13% ke $2.099,61/ons, dan palladium turun 1,39% ke $1.716,11/ons.(yds)
Sumber: Reuters.com