• Tue, Apr 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 April 2026 22:21  |

Warsh Dorong Kerangka Inflasi Baru, Tegaskan Independensi The Fed

Kevin Warsh, kandidat Presiden AS Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve, mengatakan bank sentral membutuhkan kerangka baru untuk menghadapi inflasi yang persisten, tanpa merinci seperti apa bentuknya maupun implikasinya terhadap suku bunga.

Dalam kesaksian awalnya di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (21/4), Warsh menyalahkan The Fed karena membiarkan inflasi melonjak pascapandemi Covid-19. Ia menilai meski laju inflasi kini lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu, tekanan harga masih dirasakan rumah tangga AS dan memerlukan “perubahan rezim” dalam cara kebijakan dijalankan, termasuk “kerangka inflasi yang baru”.

Warsh tidak memberikan sinyal kebijakan suku bunga. Ini muncul di tengah tekanan politik dari Trump, yang sejak terpilih kembali terus mendorong penurunan suku bunga dan menyatakan akan kecewa jika Warsh tidak memangkas suku bunga segera setelah menjabat. Menjawab pertanyaan senator Jack Reed terkait tekanan tersebut, Warsh mengatakan presiden cenderung mendukung pemangkasan suku bunga, namun independensi merupakan keputusan The Fed, dan pimpinan bank sentral harus menentukan apa yang benar secara kebijakan.

Dalam sesi yang sama, Warsh juga menolak menjawab langsung pertanyaan Senator Elizabeth Warren tentang hasil pemilu 2020, dengan menyebut Kongres telah mengesahkan Joe Biden sebagai presiden. Ia menambahkan akan menjual aset yang belum diungkap sebelum dilantik sebagai ketua The Fed. Dalam dokumen pengungkapan, Warsh dan istrinya Jane Lauder melaporkan aset sedikitnya US$192 juta, dengan total kekayaan yang diperkirakan lebih besar dan menempatkannya di antara pejabat The Fed terkaya dalam sejarah bank sentral.

Bagi pasar, pesan kunci dari sidang ini adalah kombinasi antara seruan “kerangka inflasi baru” dan penegasan independensi, namun tanpa panduan konkret tentang arah suku bunga. Fokus berikutnya akan tertuju pada perkembangan proses konfirmasi, detail yang mungkin muncul soal desain kerangka inflasi, dan bagaimana Warsh menyeimbangkan tuntutan politik dengan mandat stabilitas harga. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai