Saham Eropa Perpanjang Koreksi, Kekhawatiran Kesepakatan AS–Iran Memudar
Bursa saham Eropa ditutup melemah tajam pada Selasa (21/4), berbalik dari penguatan awal seiring meningkatnya keraguan bahwa AS dan Iran akan mampu mencapai kesepakatan yang dapat memulihkan ekspor energi dari Teluk Persia. STOXX 50 kawasan euro turun, sementara STOXX 600 pan-Eropa juga melemah, mencerminkan penurunan sentimen risiko di pasar regional.
Presiden AS Donald Trump sempat menyampaikan optimisme bahwa pembicaraan dengan Iran akan segera berlangsung, namun ia juga menyatakan gencatan senjata yang berakhir besok tidak akan diperpanjang. Pernyataan bernada hawkish dari kedua pihak kemudian meredupkan harapan de-eskalasi lanjutan, sehingga pelaku pasar kembali memasang premi risiko energi.
Harga minyak dan gas alam di Eropa kembali naik, menekan prospek margin sektor industri yang sensitif terhadap biaya energi. Saham-saham industri besar seperti Safran, Rheinmetall, dan Airbus terkoreksi, seiring pasar menilai kenaikan input energi dapat membebani kinerja operasional dalam jangka dekat.
Di pasar suku bunga, imbal hasil obligasi berbalik naik dan menekan sektor perbankan. Saham UniCredit, Santander, dan BBVA melemah mendekati dua persen, mencerminkan sensitivitas bank terhadap perubahan yield dan sentimen risiko. Di sektor konsumer, L’Oreal turun menjelang rilis kinerja perusahaan yang dijadwalkan pada hari berikutnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id