Data AS Melemah, Emas Rebound Tipis
Emas menguat lagi dan sempat merapat ke area $5.070/oz pada Selasa (10/2), setelah serangkaian data AS bikin pasar makin yakin The Fed bakal lebih “ramah” ke pemangkasan suku bunga. Dorongan utamanya datang dari sinyal ekonomi yang mendingin—mulai dari penjualan ritel Desember yang stagnan, hingga indikator-indikator lain yang nunjukin permintaan mulai ngerem.
Kombinasi data itu bikin ekspektasi suku bunga ikut turun, dan ini biasanya jadi “angin belakang” buat emas karena emas tidak memberikan imbal hasil—jadi makin menarik saat suku bunga diperkirakan melunak. Di pasar, perhatian juga mengarah ke data besar berikutnya (tenaga kerja dan inflasi) yang bisa menentukan apakah tren “Fed lebih dovish” makin kuat atau justru mentok.
Dari sisi demand, ada sokongan struktural yang masih tebal: bank sentral China (PBOC) dilaporkan memperpanjang pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari. Ini memperkuat narasi “reserves shift” yang bikin emas tetap punya pembeli besar meski volatilitas tinggi.
Bumbu geopolitik juga belum hilang—dan itu yang bikin koreksi emas sering “ketahan”. Tensi AS–Iran kembali bikin Selat Hormuz jadi headline setelah AS mengeluarkan panduan agar kapal berbendera AS menghindari perairan Iran saat melintas. Selama risiko eskalasi di kawasan energi utama dunia masih ada, bid safe-haven cenderung cepat muncul setiap market mulai gelisah. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id