• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 February 2026 11:24  |

Emas Melemah Lagi, Pasar Menanti Arah The Fed

Harga emas kembali turun setelah mencatat kenaikan selama dua hari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung investor di pasar yang masih bergejolak dan belum menemukan arah yang jelas pasca koreksi tajam pada akhir Januari. Perak juga turut melemah.

Pada sesi perdagangan Asia, emas sempat turun hingga sekitar 1,4% sebelum memangkas penurunan dan memberikan sedikit di atas US$5.000 per ons. Level US$5.000 dipandang sebagai area psikologis penting yang berpotensi menjadi tantangan teknis bagi tekanan jual, sekaligus titik uji bagi minat beli setelah volatilitas tinggi.

Sejumlah analis menilai penurunan kali ini lebih mencerminkan realisasi keuntungan dan penyesuaian, bukan gelombang penjualan posisi baru secara agresif. Artinya, tekanan yang terjadi belum mengindikasikan “rush for the exit”, melainkan normalisasi setelah pergerakan harga yang ekstrem.

Meski telah terkoreksi sekitar 10% dari rekor tertinggi pada 29 Januari, emas masih berada pada level yang lebih tinggi secara year-to-date. Faktor fundamental yang mendukung tren jangka panjang—seperti peningkatan risiko geopolitik, pembelian bank sentral, serta preferensi investor terhadap aset lindung nilai ketika kepercayaan terhadap obligasi dan mata uang berkurang—dinilai masih tetap relevan.

Beberapa lembaga keuangan besar masih mempertahankan proyeksi pemulihan harga emas, dengan tekanan kuatnya struktural. Permintaan resmi juga dinilai tetap solid, tercermin dari bank sentral China yang melaporkan berlanjutnya pembelian emas hingga bulan Januari, memperpanjang tren akumulasi yang konsisten.

Ke depan, perhatian pasar tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat pekan ini yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Data ketenagakerjaan dan inflasi akan menjadi indikator utama, terutama setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai kandidat pimpinan bank sentral AS berikutnya, yang meningkatkan sensitivitas pasar terhadap suku bunga.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
BIAS23.com NM23 Ai