• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 February 2026 12:02  |

Warsh Effect dan Unwind: Logam Mulia Babak Belur di Asia

Emas kembali jatuh dan memperdalam penurunan terbesar dalam lebih dari satu dekade, sementara perak melanjutkan pembalikan tajam setelah reli “keburu panas”. Di sesi Asia Senin, emas spot sempat merosot hingga 6,3%, sedangkan perak anjlok sampai 11,9%—bahkan sempat berayun naik lebih dari 3% sebelum kembali dihantam jualan besar.

Menurut Robert Gottlieb, pasar belum tentu selesai “beres-beres”. Ia menilai likuiditas bisa menipis karena trader enggan menambah risiko, dan kuncinya sekarang adalah apakah harga bisa menemukan support. Intinya: posisi beli sebelumnya terlalu padat—begitu arah berbalik, efek domino jadi sulit dibendung.

Sebelum ambruk, logam mulia sempat terbang ke rekor tertinggi dan membuat banyak pelaku pasar kaget. Reli makin kencang pada Januari, didorong kekhawatiran geopolitik, isu “debasement” mata uang, serta sorotan pada independensi Federal Reserve. Tambahan “busa” juga datang dari spekulasi investor China yang ikut mengejar tren naik.

Arah berikutnya banyak dipengaruhi perilaku pembeli China: seberapa agresif mereka “buy the dip”. Harga acuan di Shanghai masih diperdagangkan premium dibanding harga internasional, dan di akhir pekan pembeli disebut ramai di pasar bullion terbesar di Shenzhen menjelang Lunar New Year untuk membeli perhiasan dan emas batangan. Zijie Wu dari Jinrui Futures Co. menilai volatilitas tinggi dan kedekatan libur Lunar New Year akan mendorong trader mengurangi posisi, namun penurunan harga bisa justru menopang permintaan ritel di musim puncak belanja.

Pemicu utama kejatuhan tajam Jumat adalah kabar Donald Trump akan menominasikan Kevin Warsh memimpin The Fed—mendorong dolar menguat dan memukul sentimen yang sebelumnya bertaruh Trump akan “membiarkan” dolar melemah. Warsh dipandang sebagai salah satu kandidat paling keras soal inflasi, sehingga ekspektasi kebijakan lebih ketat ikut naik—dan itu biasanya jadi kombinasi buruk untuk emas yang dihargai dalam dolar.

Namun pasar sebenarnya sudah rawan bergerak ekstrem: harga yang melonjak dan volatilitas tinggi menekan model risiko dan neraca trader. Goldman Sachs Group Inc. menyorot gelombang pembelian call options yang ikut “mengunci” momentum naik secara mekanis lewat aktivitas hedging—yang saat berbalik arah bisa mempercepat tekanan jual. Per Senin siang waktu Singapura, emas turun 4,6% ke $4.671,53/ons dan perak melemah 7,4% ke $78,86, sementara Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1% setelah melonjak 0,9% pada sesi sebelumnya.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
BIAS23.com NM23 Ai