• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 January 2026 07:20  |

Emas Tembus $5.500, Pasar “Kabur” dari Dolar & Obligasi

Harga emas kembali bikin heboh setelah melonjak ke rekor baru di atas $5.500 per ons, memperpanjang reli yang sudah super kencang sepanjang awal tahun. Di sesi Asia, emas sempat mencetak puncak baru sebelum bergerak lebih rendah; pukul 08.02 di Singapura, emas disebut berada di sekitar $5.461,98/ons setelah sebelumnya menyentuh rekor intraday. Lonjakan ini terjadi saat dolar AS melemah dan investor makin agresif mencari “aset penyimpan nilai” alternatif.

Dorongan terbesarnya bukan cuma soal inflasi—tapi soal kepercayaan. Banyak investor mulai ragu mengandalkan obligasi pemerintah dan mata uang sebagai “safe haven” utama, sehingga arus dana bergeser ke emas. Reuters juga mencatat reli emas ditopang permintaan safe-haven, ketidakpastian ekonomi-geopolitik, dan momentum pembelian yang terus menguat.

Pasar juga sedang “melihat jauh ke depan” dari keputusan The Fed yang baru saja menahan suku bunga. Fokusnya sekarang bergeser ke arah kebijakan berikutnya—terutama karena isu ketua The Fed berikutnya ikut memanaskan spekulasi: jika kepemimpinan baru lebih dovish, peluang suku bunga turun akan makin terbuka, dan itu biasanya jadi bensin tambahan buat emas (karena emas tidak memberi imbal hasil).

Dari sisi global, tekanan juga datang dari luar AS: gejolak di pasar obligasi (termasuk kekhawatiran fiskal) dan dinamika yen–dolar ikut menambah cerita “lari dari mata uang”. Di saat yang sama, komentar Trump soal dolar serta berbagai risiko geopolitik membuat pasar semakin defensif—dan emas jadi tujuan paling mudah saat volatilitas naik.

Efeknya merembet ke logam mulia lain. Reuters melaporkan perak juga berada dekat rekor/menyentuh rekor di rangkaian reli ini, sementara platinum dan palladium ikut bergerak mengikuti sentimen safe-haven dan pelemahan dolar. Dengan reli yang sudah “parabolik”, pasar biasanya tetap mewaspadai koreksi jangka pendek—tapi selama dolar lemah dan risiko global tinggi, biasnya masih condong ke atas.

 

5 Poin Kesimpulan

Emas melejit karena kombinasi dolar melemah + investor mengurangi posisi di obligasi/mata uang.

Pasar tidak berhenti di keputusan The Fed, tapi menatap arah kebijakan berikutnya.

Spekulasi ketua The Fed baru yang lebih dovish memperkuat taruhan suku bunga turun—positif untuk emas.

Risiko geopolitik dan “krisis kepercayaan” ke aset AS bikin emas makin dilirik.

Perak ikut terangkat dalam reli logam mulia, menandakan demand safe-haven menyebar. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
BIAS23.com NM23 Ai