Aksi Profit Taking Hantam Emas, Sentimen Global Lebih Risk-On
Harga emas terkoreksi tajam pada Jumat (16/1), terseret aksi profit taking pasca reli ke rekor baru, sementara meredanya tensi geopolitik ikut menggerus minat pasar pada aset safe haven.
Emas spot turun 0,5% ke US$4.592,29 per ons pada pukul 13:39 waktu wasington, setelah sempat menyentuh US$4.536,49 di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga ditutup melemah 0,6% di US$4.595,40.
Meski melemah harian, emas masih berada di jalur kenaikan mingguan kedua beruntun sekitar +1,9%, usai menorehkan puncak historis US$4.642,72 pada Rabu. Tekanan jual kali ini juga sejalan dengan “pendinginan” di pasar komoditas setelah beberapa pekan reli agresif.
Berkurangnya “premi geopolitik”—terutama saat situasi Iran terlihat mereda dan Washington mengadopsi pendekatan lebih hati-hati—membuat pasar tak lagi seagresif sebelumnya memburu logam mulia.
Di sisi lain, sentimen global ikut dipengaruhi dinamika perdagangan setelah AS dan Taiwan mencapai kesepakatan yang memangkas tarif untuk sejumlah ekspor semikonduktor Taiwan sekaligus membuka arus investasi baru ke teknologi AS, sebuah langkah yang berpotensi memanaskan tensi dengan China.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar juga masih membaca skenario The Fed menahan suku bunga setidaknya hingga paruh pertama tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama 25 bps mengarah ke Juni.
Analis menilai koreksi ini masih tergolong wajar di tengah tren besar yang belum sepenuhnya patah—emas biasanya tetap “bernilai” saat ketidakpastian tinggi dan suku bunga cenderung turun, meski jalurnya kerap diselingi koreksi tajam. Sejalan dengan emas, perak juga ikut terseret: perak spot turun 2,9% ke US$89,65 per ons, namun masih mengarah pada kenaikan mingguan >12% setelah sebelumnya menyentuh rekor US$93,57.
Sejumlah bank menilai perak rentan koreksi lebih dalam karena kombinasi pasokan luar AS yang melonggar, arus keluar ETF, permintaan industri yang melemah, serta pengetatan aturan perdagangan di China.
Di pasar logam lain, platinum turun 3,3% ke US$2.330,67 per ons, sementara palladium melemah 0,6% ke US$1.790,78 per ons.(yds)
Sumber: Newsmaker.id