DXY Rebut Puncak Enam Pekan, Isu Suksesi Powell Jadi Pemantik
Dolar AS menguat tipis pada Jumat (16/1) setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang memuji Kevin Hassett dan mengisyaratkan ingin mempertahankannya di posisi saat ini memicu spekulasi bahwa Hassett makin kecil peluangnya menjadi Ketua Federal Reserve berikutnya.
Pasar membaca sinyal ini sebagai perubahan peta suksesi The Fed—dan respons awalnya: pembelian dolar.
Indeks dolar (DXY) naik ke 99,41, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh 99,49—level tertinggi enam pekan. Di saat yang sama, pasangan EUR/USD melemah ke 1,1594. Bursa taruhan Polymarket ikut menggeser ekspektasi, dengan Kevin Warsh disebut sebagai kandidat yang kini lebih difavoritkan.
Penguatan dolar pekan ini juga ditopang sederet data AS yang menegaskan pasar tenaga kerja masih solid, sehingga pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga berikutnya hingga Juni. Dari sisi komentar bank sentral, pejabat The Fed menekankan sikap waspada: jika pasar kerja rapuh dan bisa melemah cepat, opsi penurunan suku bunga tetap ada—tapi tidak terburu-buru.
Di Asia, yen menguat ke 158,16 per dolar setelah peringatan pemerintah Jepang soal potensi langkah menghadapi pelemahan yen. Namun pelaku pasar tetap memasang radar intervensi jika USD/JPY mendekati area 160–162, di tengah spekulasi kebijakan fiskal Jepang yang bisa lebih ekspansif.
Sementara itu, pasar kripto ikut melemah: Bitcoin turun ke sekitar $94.812, seiring penguatan dolar dan “mode tunggu” investor terhadap arah kebijakan suku bunga AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id