Powell Disasar DOJ, Independensi The Fed Terancam?
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengungkap bahwa The Fed menerima subpoena grand jury dari Departemen Kehakiman (DOJ) yang membuka peluang ancaman dakwaan pidana. Ini jadi eskalasi paling dramatis dalam rangkaian tekanan pemerintahan Trump terhadap bank sentral AS.
Dalam pernyataan tertulis dan video yang dirilis Minggu malam, Powell bilang langkah hukum itu dikaitkan dengan kesaksiannya di Kongres pada Juni soal proyek renovasi kantor pusat The Fed. Tapi ia menegaskan isu renovasi hanya “permukaan”, karena konteks besarnya adalah tekanan politik yang terus-menerus.
Powell menyebut ancaman pidana ini muncul karena The Fed menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik untuk kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi Presiden. Menurutnya, inti masalahnya adalah: apakah kebijakan moneter masih akan diputuskan berdasarkan data ekonomi, atau malah diarahkan oleh intimidasi politik.
Pasar langsung bereaksi. Futures saham AS dan dolar melemah, sementara emas lanjut naik ke rekor. Kontrak berjangka S&P 500 sempat turun, menandakan investor menganggap isu ini bukan sekadar drama politik biasa, tapi risiko sistemik.
Powell mengatakan subpoena diterima pada Jumat. Ini memperpanjang konflik panjang Trump vs Powell, di mana Trump berulang kali mendorong pemangkasan suku bunga agresif dengan alasan meringankan biaya pinjaman pemerintah dan membantu keterjangkauan perumahan. Trump juga sempat melempar wacana mengganti Powell dan bahkan mengarah ke upaya mengganti pejabat lain di The Fed.
Di sisi kebijakan, Fed sebelumnya sudah memangkas suku bunga ke kisaran 3,5%–3,75% dan memberi sinyal mereka tidak buru-buru menurunkan lagi sebelum dapat data inflasi dan tenaga kerja yang lebih jelas. Powell menegaskan ia akan tetap menjalankan tugasnya dengan integritas, meski masa jabatan ketua berakhir Mei (sementara masa tugasnya sebagai gubernur The Fed masih sampai 2028).
Isu renovasi jadi “pintu masuk” serangan: biaya proyek disebut naik dari sekitar $1,9 miliar (2023) menjadi $2,5 miliar (2025). Powell membantah tuduhan adanya fitur mewah dan menyebut beberapa rencana sudah berubah. Namun kritik dari pejabat pemerintah dan sebagian politisi terus mendorong narasi bahwa Powell “menyesatkan” Kongres—yang kini menjadi dasar tekanan hukum yang lebih serius.
5 Poin Inti :
- Powell bilang The Fed menerima subpoena grand jury dari DOJ yang mengarah ke ancaman dakwaan pidana.
- Kasus dikaitkan dengan kesaksian Juni soal renovasi kantor pusat Fed, tapi Powell menilai ini bagian dari tekanan politik.
- Powell menegaskan isu utamanya: independensi The Fed vs intimidasi politik dalam penentuan suku bunga.
- Pasar bereaksi: dolar dan futures saham melemah, emas lanjut menguat ke rekor.
- Konflik Trump vs Powell memanas karena Trump mendorong rate cut agresif, sementara Fed masih menunggu data inflasi & tenaga kerja.(asd)
Sumber: Bloomberg