Peraturan Fiskal Uni Eropa Merupakan Risiko Keamanan
Peraturan fiskal Uni Eropa merupakan risiko keamanan, kata menteri ekonomi Jerman. Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck ingin mengubah peraturan utang Uni Eropa yang dinegosiasikan dengan susah payah, menyebutnya sebagai "risiko keamanan" karena menghalangi pengeluaran yang sangat dibutuhkan untuk pertahanan dan prioritas lainnya. "Peraturan ini tidak sesuai dengan zaman," kata kandidat Partai Hijau untuk Kanselir pada sebuah konferensi industri di Berlin pada hari Selasa.Habeck mengatakan reformasi terhadap peraturan Eropa telah dinegosiasikan secara tidak benar oleh pemerintah koalisi, tanpa menyebut nama Christian Lindner, mantan menteri keuangan yang bertanggung jawab atas hal tersebut.
Perselisihan mengenai pengeluaran menyebabkan runtuhnya koalisi penguasa Jerman yang terpecah belah awal bulan ini, setelah Kanselir Olaf Scholz memecat Lindner, yang membuka jalan bagi pemilihan umum dadakan pada bulan Februari. "Kita tidak bisa berhenti pada rem utang Jerman," kata Habeck, mengacu pada seruan agar pengeluaran untuk kemampuan pertahanan dibebaskan dari batas pinjaman yang ditetapkan secara konstitusional. Jerman mungkin harus melakukan penghematan lebih lanjut dalam anggaran 2025 untuk mematuhi aturan fiskal UE, bahkan jika mematuhi batasan pinjaman sebesar 0,35% dari produk domestik bruto yang diwajibkan oleh konstitusi negara tersebut.
Setelah berbulan-bulan berdebat, UE setuju untuk merevisi aturan fiskalnya pada akhir tahun 2023. Aturan baru, yang mulai berlaku pada bulan April, memberi negara-negara waktu empat tahun untuk mengatur keuangan mereka sebelum mereka menghadapi sanksi yang dapat mencakup denda atau hilangnya dana UE.
Jika jalur pengurangan utang disertai dengan reformasi struktural, tenggat waktu 4 tahun dapat diperpanjang.
Kemungkinan untuk memperpanjang periode penyesuaian dari empat menjadi tujuh tahun saat ini sedang dibahas dalam pemerintahan Jerman dan dengan Komisi Eropa.
Habeck mengatakan bahwa mungkin saja berdasarkan aturan baru UE untuk meminjam lebih banyak jika ini meningkatkan potensi pertumbuhan.
"Tetapi amunisi artileri dan fregat di pelabuhan tidak termasuk dalam ini," katanya, mengacu pada pengeluaran pertahanan.
Menanggapi kritik Habeck, Lindner mengatakan negara-negara Eropa perlu membelanjakan uang sesuai kemampuan mereka, seraya menyebutkan "kekhawatiran besarnya" atas tingginya tingkat pinjaman dan utang yang ditanggung Prancis dan Italia.
"Menteri Habeck mempermainkan stabilitas mata uang kita," kata Lindner kepada Reuters.
"Jika Jerman secara bersamaan mempertanyakan atau melanggar aturan fiskal UE yang telah saya negosiasikan dengan susah payah, ada risiko bendungan itu jebol," imbuh Lindner.(Cay)
Sumber: Investing.com