• Mon, Jun 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 June 2026 17:51  |

BofA Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga

Bank of America mengubah proyeksi kebijakan moneter Amerika Serikat dengan memperkirakan Federal Reserve atau The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini. Total kenaikan diproyeksikan mencapai 75 basis poin sebelum bank sentral AS memasuki periode jeda yang lebih panjang. Perubahan pandangan ini membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin jauh dari ekspektasi pasar.

Perubahan proyeksi BofA didorong oleh kondisi inflasi Amerika Serikat yang dinilai semakin memburuk. Bank tersebut memperkirakan inflasi inti Personal Consumption Expenditures atau core PCE berpotensi mencapai 3,5% pada Mei. Angka tersebut berada sekitar 70 basis poin lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan bahwa tekanan harga masih sulit kembali ke target inflasi The Fed di level 2%.

BofA juga menilai bahwa pola reaksi The Fed mulai berubah. Dalam proyeksi ekonomi terbaru pada Juni, sejumlah pejabat The Fed tetap membuka peluang kenaikan suku bunga meskipun tidak memperkirakan tingkat pengangguran akan turun. Hal ini menunjukkan bahwa pengetatan pasar tenaga kerja tidak lagi menjadi syarat utama bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga, selama tekanan inflasi masih dianggap terlalu tinggi.

Sikap Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers pekan lalu turut memperkuat pandangan tersebut. Warsh berulang kali menekankan pentingnya mengembalikan stabilitas harga dan memberi sinyal bahwa kebijakan moneter saat ini belum terlalu ketat. Pernyataan ini membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed belum terburu-buru membuka ruang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski begitu, BofA menilai masih ada beberapa faktor yang dapat menggagalkan skenario kenaikan suku bunga tersebut. Perlambatan tajam pada data tenaga kerja, inflasi inti PCE yang lebih rendah dari perkiraan, atau aksi jual besar di pasar saham dapat membuat The Fed menahan diri. Namun untuk saat ini, arah kebijakan The Fed dinilai semakin hawkish, sehingga dolar AS berpotensi tetap kuat, sementara aset berisiko dan logam mulia dapat menghadapi tekanan tambahan.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai