The Fed Diperkirakan Akan Tahan Suku Bunga
Federal Reserve diperkirakan kembali menahan suku bunga pada keputusan Rabu, dengan inflasi yang masih “lengket” dan pasar tenaga kerja yang dinilai bertahan namun tidak berada dalam tekanan akut. Kondisi itu dinilai belum memberi ruang yang cukup bagi bank sentral untuk mulai melonggarkan kebijakan.
Sejumlah ekonom melihat pernyataan pasca-rapat kemungkinan hanya menegaskan kembali sikap menunggu, meski mengakui kabar tenaga kerja yang lebih baik dan angka inflasi yang lebih tinggi. Pasar sendiri disebut sudah mematok peluang 100% FOMC tetap “on hold”, membuat fokus beralih dari keputusan ke arah komunikasi pimpinan bank sentral.
Namun kali ini, bobot konferensi pers Jerome Powell dinilai tidak setajam biasanya karena isu transisi kepemimpinan. Dalam skenario yang disebut “kemungkinan besar”, Kevin Warsh diperkirakan akan mengambil alih saat masa jabatan Powell berakhir pada Mei, sehingga petunjuk halus dari Powell dipandang kurang relevan dibanding periode normal.
Di sisi fundamental, inflasi tetap menjadi titik tekan utama, dengan ukuran pilihan The Fed disebut berada di kisaran 3% untuk basis ex-food and energy. Kenaikan harga energi juga menambah kompleksitas: minyak mentah disebut bertahan di sekitar $100 per barel, sementara rata-rata harga bensin nasional AS kembali naik ke sekitar $4,18 per galon, mempersempit ruang bagi narasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Dimensi politik ikut menebalkan kehati-hatian komunikasi. Powell digambarkan memiliki salah satu relasi paling kontroversial dengan presiden dalam sejarah institusi, dan ketidakpastian juga menyelimuti langkah pribadinya setelah rapat ini, termasuk opsi tetap menjadi gubernur untuk sisa masa jabatan dua tahun.
Powell sebelumnya mengatakan tidak akan pergi sebelum investigasi renovasi kantor pusat The Fed selesai. Artikel tersebut menyebut Jeanine Pirro, jaksa AS untuk District of Columbia, mengalihkan investigasi ke kantor inspector general The Fed, langkah yang dinilai memberi ruang politik bagi konfirmasi Warsh, meski belum jelas apakah itu memenuhi standar “benar-benar selesai” yang pernah disampaikan Powell. Pasar kini akan memantau bahasa The Fed soal inflasi, sensitivitas terhadap energi, komposisi suara (termasuk potensi dissent), serta sinyal terkait transisi kepemimpinan yang dapat memengaruhi arah ekspektasi kebijakan ke rapat-rapat berikutnya. (gn)
Sumber: Newsmaker.id