The Fed Mau Rem, Bukan Gas Lagi!
Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, mengatakan pada hari Minggu bahwa kebijakan moneter saat ini berada dalam posisi yang baik untuk berhenti sejenak. Artinya, The Fed tidak perlu buru-buru mengambil langkah baru dalam waktu dekat.
Hammack menyebut fokus utamanya sekarang adalah menilai dampak dari pemotongan suku bunga yang sudah dilakukan sebelumnya. Ia ingin melihat bagaimana kebijakan yang sudah berjalan memengaruhi kondisi ekonomi.
Menurutnya, total pemotongan suku bunga yang telah terjadi mencapai 75 basis poin (bps). Dampak pemotongan ini belum sepenuhnya terlihat karena kebijakan moneter biasanya bekerja dengan jeda waktu.
Karena itu, Hammack mengatakan ia akan mengamati efek pemangkasan tersebut sepanjang kuartal pertama. Periode ini dianggap penting untuk membaca apakah ekonomi merespons sesuai harapan.
Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa The Fed sedang memasuki fase “wait and see”. Dalam fase ini, bank sentral cenderung menahan suku bunga dan menunggu data ekonomi berikutnya sebelum membuat keputusan.
Jika data menunjukkan inflasi tetap turun dan ekonomi melambat sesuai target, jeda kebijakan bisa berlanjut. Namun jika inflasi kembali menguat atau ekonomi terlalu panas, ruang untuk menahan kebijakan bisa menjadi lebih sempit.
Dengan kata lain, pasar kini menilai langkah The Fed berikutnya sangat bergantung pada data dalam beberapa bulan ke depan. Pernyataan Hammack memberi pesan jelas: setelah pemotongan 75 bps, The Fed ingin memastikan dampaknya dulu sebelum melangkah lagi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id