• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 December 2025 21:12  |

Fed Nggak Buru-Buru Potong Lagi? Williams Buka Sikapnya

John Williams, Presiden Federal Reserve Bank of New York sekaligus anggota FOMC, menyampaikan bahwa ia tidak melihat urgensi bagi The Fed untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga lagi setelah pemotongan yang dilakukan pekan lalu. Ia menilai kebijakan yang ada saat ini sudah berada di posisi yang “cukup tepat” untuk menekan inflasi, sambil tetap menjaga pasar tenaga kerja yang mulai melambat.

Dalam wawancara terbarunya, Williams menekankan bahwa The Fed kini punya ruang untuk bersikap lebih sabar dan menunggu data sebelum mengambil langkah lanjutan. Pesan ini dibaca pasar sebagai sinyal bahwa Fed kemungkinan tidak akan “ngegas” menambah pemangkasan dalam waktu dekat, kecuali data benar-benar memberi alasan kuat.

Pernyataan Williams muncul di tengah perubahan ekspektasi pasar setelah inflasi AS melemah. Data terbaru menunjukkan CPI AS turun ke 2,7% pada November—lebih rendah dari perkiraan—sementara pasar juga mencermati apakah perlambatan inflasi ini cukup konsisten untuk mendorong pelonggaran kebijakan lebih lanjut.

Namun, pasar juga menilai rilis inflasi kali ini tidak sepenuhnya “bersih” karena periode shutdown pemerintah AS sebelumnya sempat mengganggu proses data, sehingga sebagian pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi dari rangkaian indikator berikutnya. Kondisi ini ikut menjelaskan mengapa komentar “tidak terburu-buru” dari Williams langsung menarik perhatian.

Dari sisi mandat, garis besar sikap The Fed tetap sama: menjaga inflasi kembali menuju target jangka panjang 2%, sambil memperhatikan risiko terhadap lapangan kerja. Dalam pernyataan resmi FOMC terbaru, The Fed juga menyoroti ketidakpastian outlook yang masih tinggi dan menyebut risiko terhadap pekerjaan meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Selanjutnya, pelaku pasar menunggu data yang dapat memengaruhi arah dolar dan suku bunga, termasuk sentimen konsumen University of Michigan. Data seperti ini kerap memberi petunjuk tentang kekuatan belanja rumah tangga dan ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya ikut membentuk langkah The Fed.

Singkatnya, pesan Williams hari ini “nendang”: inflasi boleh mendingin, tapi The Fed belum otomatis lanjut memangkas. Pasar kini berada di mode yang lebih selektif—menimbang apakah data berikutnya cukup kuat untuk mengubah sikap Fed dari “tunggu” menjadi “bergerak”.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai