Fed Nggak Buru-Buru Potong Lagi? Williams Buka Sikapnya
John Williams, Presiden Federal Reserve Bank of New York sekaligus anggota FOMC, menyampaikan bahwa ia tidak melihat urgensi bagi The Fed untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga lagi setelah pemotongan yang dilakukan pekan lalu. Ia menilai kebijakan yang ada saat ini sudah berada di posisi yang “cukup tepat” untuk menekan inflasi, sambil tetap menjaga pasar tenaga kerja yang mulai melambat.
Dalam wawancara terbarunya, Williams menekankan bahwa The Fed kini punya ruang untuk bersikap lebih sabar dan menunggu data sebelum mengambil langkah lanjutan. Pesan ini dibaca pasar sebagai sinyal bahwa Fed kemungkinan tidak akan “ngegas” menambah pemangkasan dalam waktu dekat, kecuali data benar-benar memberi alasan kuat.
Pernyataan Williams muncul di tengah perubahan ekspektasi pasar setelah inflasi AS melemah. Data terbaru menunjukkan CPI AS turun ke 2,7% pada November—lebih rendah dari perkiraan—sementara pasar juga mencermati apakah perlambatan inflasi ini cukup konsisten untuk mendorong pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
Namun, pasar juga menilai rilis inflasi kali ini tidak sepenuhnya “bersih” karena periode shutdown pemerintah AS sebelumnya sempat mengganggu proses data, sehingga sebagian pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi dari rangkaian indikator berikutnya. Kondisi ini ikut menjelaskan mengapa komentar “tidak terburu-buru” dari Williams langsung menarik perhatian.
Dari sisi mandat, garis besar sikap The Fed tetap sama: menjaga inflasi kembali menuju target jangka panjang 2%, sambil memperhatikan risiko terhadap lapangan kerja. Dalam pernyataan resmi FOMC terbaru, The Fed juga menyoroti ketidakpastian outlook yang masih tinggi dan menyebut risiko terhadap pekerjaan meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Selanjutnya, pelaku pasar menunggu data yang dapat memengaruhi arah dolar dan suku bunga, termasuk sentimen konsumen University of Michigan. Data seperti ini kerap memberi petunjuk tentang kekuatan belanja rumah tangga dan ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya ikut membentuk langkah The Fed.
Singkatnya, pesan Williams hari ini “nendang”: inflasi boleh mendingin, tapi The Fed belum otomatis lanjut memangkas. Pasar kini berada di mode yang lebih selektif—menimbang apakah data berikutnya cukup kuat untuk mengubah sikap Fed dari “tunggu” menjadi “bergerak”.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id