Sentimen Konsumen AS Tetap Lesu di Tengah Kekhawatiran Lapangan Kerja dan Harga
Sentimen konsumen AS sedikit berubah pada awal Oktober karena masyarakat Amerika memperkirakan sedikit perbaikan di pasar tenaga kerja atau inflasi.
Indeks sentimen awal Oktober turun tipis menjadi 55 dari 55,1 pada September, menurut University of Michigan. Meskipun angka terbaru ini merupakan yang terendah dalam lima bulan, angka tersebut lebih kuat daripada proyeksi median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom.
Konsumen memperkirakan harga akan naik pada tingkat tahunan sebesar 4,6% selama tahun depan, dibandingkan dengan 4,7% pada bulan sebelumnya, menurut data yang dirilis Jumat. Mereka memperkirakan biaya akan naik pada tingkat tahunan sebesar 3,7% selama lima hingga 10 tahun ke depan, tidak berubah sejak September.
“Masalah-masalah keuangan seperti harga tinggi dan melemahnya prospek pekerjaan tetap menjadi perhatian utama konsumen,” ujar Joanne Hsu, direktur survei, dalam sebuah pernyataan. “Saat ini, konsumen tidak mengharapkan peningkatan yang signifikan dalam faktor-faktor ini.”
Ketiadaan rilis data resmi akibat penutupan pemerintah telah mengurangi visibilitas terhadap perekonomian yang ditandai dengan daya beli konsumen yang tangguh. Namun, indikator dan survei ekonomi sektor swasta menunjukkan pasar tenaga kerja masih lemah, sementara aktivitas manufaktur dan jasa kesulitan mendapatkan momentum.
Sekitar 63% responden mengatakan mereka memperkirakan pengangguran akan meningkat tahun depan, turun sedikit dari bulan sebelumnya tetapi hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Lebih dari dua pertiga memperkirakan inflasi akan melebihi pertumbuhan pendapatan mereka di tahun mendatang, menurut laporan tersebut.
Kondisi pembelian barang tahan lama turun ke level terendah sejak 2022 di tengah kekhawatiran tentang tarif.
Survei menunjukkan indeks kondisi saat ini naik menjadi 61 bulan ini dari 60,4 pada bulan September, sementara indeks ekspektasi turun ke level terendah dalam lima bulan.
Indeks sentimen di kalangan Partai Republik naik ke level tertinggi sejak masa jabatan presiden pertama Donald Trump. Indeks ini juga membaik di kalangan politisi independen tetapi menurun di kalangan Partai Demokrat.
Survei dilakukan dari 23 September hingga 6 Oktober.(mrv)
Sumber: Bloomberg