Sanksi Rusia Tak Bertambah Ketat Usai Tenggat Trump
Presiden Trump sudah melewati batas waktu yang diberikan kepada Rusia untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina tanpa adanya sanksi AS yang lebih berat terhadap Rusia. Hal ini mungkin ikut membuat harga minyak mentah turun akhir-akhir ini. Harga minyak Brent sekarang berada di level terendah sejak awal Juni, menurut para ahli dari ING, Ewa Manthey dan Warren Patterson.
Para pelaku pasar minyak sekarang cenderung bersikap pesimis atau bearish. Mereka menunggu pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Putin pada hari Jumat untuk melihat apakah ada kemajuan dalam kesepakatan damai. Namun, karena Rusia ingin Ukraina menyerahkan wilayah yang diduduki untuk mengakhiri perang, kemungkinan sulit bagi Ukraina untuk setuju. Jika ketegangan menurun, risiko sanksi akan hilang dan harga minyak kemungkinan akan turun lebih jauh.
Data terbaru menunjukkan bahwa para spekulan mulai mengurangi jumlah posisi beli (long) mereka di pasar minyak. Misalnya, posisi long di minyak Brent berkurang sebanyak 20.375 kontrak menjadi 240.977 kontrak. Begitu juga dengan posisi long di minyak gasoil yang berkurang 14.637 kontrak menjadi 86.007 kontrak. Ini menunjukkan pasar minyak sedang melemah dan para pelaku pasar semakin berhati-hati.
Sementara itu, jumlah rig minyak di Amerika Serikat mengalami kenaikan pertama sejak bulan April, bertambah satu menjadi 411 rig aktif minggu lalu. Kenaikan ini terjadi karena harga minyak yang mulai stabil, walaupun sebelumnya aktivitas rig menurun cukup tajam akibat harga yang lemah dan prospek pasar yang kurang baik. Stabilnya harga membantu mencegah penurunan jumlah rig lebih jauh. (az)
Sumber: Newsmaker.id