Dolar Terkoreksi Tipis Jelang NFP
Indeks dolar (DXY) turun sekitar 0,3% ke 99,02 pada Jumat (6/3) ketika harga minyak melemah dan pasar menunggu rilis nonfarm payrolls (NFP) AS. Koreksi minyak terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah “stop-gap” untuk meredakan tekanan pasokan energi terkait konflik Timur Tengah, mengurangi dorongan safe-haven dolar di awal sesi.
EUR/USD bergerak sedikit menguat. Euro berada di sekitar 1,1607–1,1619 (sekitar +0,1%), meski masih berada dalam tekanan mingguan karena pasar menilai lonjakan biaya energi dapat membebani prospek Eropa, sementara data AS membuat ekspektasi penurunan suku bunga Fed lebih hati-hati.
GBP/USD menguat tipis ke sekitar 1,3364–1,3369 (sekitar +0,1%). Sterling tetap sensitif terhadap risiko inflasi energi, tetapi rebound kecil mencerminkan pelemahan dolar jelang NFP dan pemulihan risk appetite yang terbatas saat minyak koreksi.
AUD/USD ikut menguat di area 0,7038 (sekitar +0,43% dari penutupan sebelumnya 0,7008), sejalan dengan pelemahan dolar dan meredanya tekanan minyak. Namun, Aussie tetap rentan bila NFP memperkuat narasi “Fed lebih ketat lebih lama”.
USD/JPY relatif datar di sekitar 157,60 (sekitar +0,04%), menandakan yen belum mendapat dorongan kuat meski DXY melemah, karena pasar masih menimbang kombinasi yield AS, volatilitas geopolitik, dan risiko intervensi Jepang.
USD/CHF melemah tipis ke sekitar 0,7803 (sekitar -0,12%), menunjukkan franc sedikit menguat terhadap dolar saat tekanan safe-haven mereda bersama koreksi minyak. Meski begitu, dolar tetap mencatat kinerja mingguan kuat karena konflik Iran dan repricing suku bunga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id