Surat Tarif Mulai Dikirim! Trump Gertak, Tapi Buka Pintu Negosiasi
Presiden AS Donald Trump mulai mengirimkan surat resmi berisi ancaman tarif baru kepada sejumlah mitra dagang utama, dengan tarif 25% yang akan diberlakukan atas barang dari Jepang dan Korea Selatan sebagai langkah awal. Surat tersebut adalah bagian dari serangkaian pemberitahuan yang dikirim pada Senin (8/7) dan akan dilanjutkan dengan tarif terhadap negara lain seperti Afrika Selatan, Indonesia, Thailand, dan Kamboja. Meski begitu, Trump menyebut bahwa tarif tersebut masih bisa dinegosiasikan dan penetapan bea masuk akan ditunda setidaknya hingga 1 Agustus.
Trump menyampaikan hal ini dari Gedung Putih, sambil menekankan bahwa dirinya masih terbuka untuk pembicaraan lebih lanjut. Ia mengatakan beberapa kesepakatan dagang telah berhasil dibuat, seperti dengan Inggris dan Tiongkok, dan hampir selesai dengan India. Namun, untuk negara-negara lain yang dianggap belum kooperatif, ia memilih mengirim surat sebagai peringatan. "Kami tidak yakin bisa mencapai kesepakatan dengan semua negara, jadi kami kirimi mereka surat," ujarnya.
Presiden juga menyatakan bahwa batas waktu 1 Agustus bukan keputusan final. Ia memberikan sinyal bahwa jadwal pemberlakuan tarif bisa berubah tergantung respons dari masing-masing negara. "Kami mungkin menyesuaikan sedikit, tergantung," kata Trump. Ia juga menambahkan bahwa AS tetap terbuka untuk menilai konsesi atau tawaran tambahan dari negara-negara yang bersangkutan, selama tidak bersifat tidak adil bagi AS.
Langkah ini memperlihatkan strategi tekanan diplomatik ala Trump, yaitu mengancam dengan tarif namun tetap menyisakan ruang kompromi. Dengan cara ini, ia mendorong mitra dagang untuk segera mengambil keputusan dan memberikan konsesi. Bagi negara-negara yang menerima surat tarif, hal ini menjadi sinyal bahwa mereka punya waktu terbatas untuk menegosiasikan ulang kesepakatan dagang sebelum tarif benar-benar berlaku mulai Agustus.
Sumber: (ayu-newsmaker)