• Fri, Jul 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 July 2026 20:08  |

Iran Serang Fasilitas Listrik Kuwait, Konflik Timur Tengah Makin Memburuk

Iran menyerang fasilitas air dan pembangkit listrik Kuwait dalam serangan balasan terhadap Amerika Serikat pada Jumat (17/07). Serangan ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah semakin memburuk dan risiko terhadap infrastruktur sipil mulai meningkat.

Pemerintah Kuwait mengatakan sebuah fasilitas desalinasi dan pembangkit listrik terkena serangan pada hari Jumat. Sejumlah unit pembangkit mengalami kerusakan, sementara otoritas setempat berupaya memulihkan fasilitas yang terdampak dan telah membekukan kebakaran akibat serangan tersebut.

Kementerian Listrik dan Air Kuwait meminta warga menghemat penggunaan listrik untuk mengurangi tekanan pada jaringan. Kondisi ini menjadi perhatian karena Kuwait sedang menghadapi suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 50 derajat Celsius pada akhir pekan, sehingga kebutuhan listrik biasanya meningkat tajam.

Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi Iran terhadap Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Oman sejak malam sebelumnya hingga Jumat. Sebagian besar rudal dan drone besar disebut menargetkan pangkalan Amerika Serikat di wilayah tersebut. Namun, Iran belum mengonfirmasi bahwa pihaknya menargetkan infrastruktur sipil Kuwait.

Di sisi lain, Iran juga menyebut sejumlah fasilitas pasokan listrik di wilayah selatan negaranya diserang. Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus serangan AS dalam beberapa hari terakhir. Washington menyatakan serangannya terutama menyasar infrastruktur militer Iran, seperti rudal, drone, dan radar, untuk menekan Teheran agar menghentikan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Dari sisi dampak pasar, meluasnya serangan ke fasilitas sipil dan kawasan energi Teluk dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi. Jika eskalasi berlanjut, harga minyak berpotensi tetap tinggi, risiko inflasi global kembali menguat, dan aset berisiko seperti saham serta kripto bisa tertekan. Sementara itu, dolar AS dan emas bergerak fluktuatif karena pasar mencari perlindungan di tengah-tengah geopolitik. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai