Trump Klaim Iran Sepakat Tak Punya Senjata Nuklir, Waspadai Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir, dalam wawancara podcast New York Post “Pod Force One” yang dipublikasikan Rabu (3/6). Trump menambahkan Teheran masih bisa “mengubah pikiran,” meski ia menyebut komitmen itu sebagai poin utama dalam pembicaraan.
Pernyataan tersebut muncul ketika perang mendekati hari ke-100 dan situasi masih buntu, dengan Washington dan Teheran belum mampu mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan damai permanen. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Selasa bahwa pembicaraan tetap berlangsung, meski media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan komunikasi sempat terhenti beberapa hari.
Iran melalui kementerian luar negeri menolak berkomentar saat dimintai tanggapan atas pernyataan Trump. Di sisi lain, pesan yang saling bertolak belakang mengenai status negosiasi menjadi pola berulang, membuat pasar sulit menilai apakah jalur diplomasi bergerak menuju de-eskalasi atau kembali tersendat.
Tak lama setelah wawancara Trump tayang, harga minyak tetap bergerak naik sementara kontrak berjangka saham AS bercampur. Minyak masih bertahan di bawah US$100, tetapi tetap tinggi sepanjang konflik karena Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak yang krusial, disebut efektif tertutup.
Media yang terafiliasi negara Iran pada Senin melaporkan Teheran akan bergerak menutup Selat Hormuz sepenuhnya sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata. Ketika ditanya apakah blokade itu masih akan terjadi hingga Labor Day, Trump menjawab hal itu “bisa saja” terjadi namun menurutnya kecil kemungkinannya, seraya mengatakan situasi dapat selesai relatif cepat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id