Penjualan Rumah Bekas AS Naik saat Keterjangkauan Membaik
Penjualan rumah bekas (existing homes) di Amerika Serikat naik di Februari dan data bulan sebelumnya juga direvisi lebih tinggi. Kenaikan ini ditopang turunnya suku bunga KPR serta pertumbuhan harga yang relatif moderat, sehingga keterjangkauan mulai membaik.
Menurut data National Association of Realtors (NAR) yang dirilis Selasa, jumlah transaksi (contract closings) naik 1,7% ke laju tahunan 4,09 juta unit. Angka ini melampaui hampir semua perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg, menandakan permintaan tetap ada ketika beban cicilan mulai sedikit longgar.
Salah satu titik terang yang mulai terlihat adalah keterjangkauan. NAR mencatat indeks keterjangkauan perumahan bulanannya—yang mencerminkan perubahan harga rumah, pendapatan median, dan biaya pinjaman—berada pada level paling “ramah” sejak 2022. “Keterjangkauan perumahan membaik, dan konsumen merespons,” kata Chief Economist NAR, Lawrence Yun, meski ia menekankan masih ada jarak untuk kembali ke aktivitas transaksi pra-pandemi.
Laporan yang sama menunjukkan harga jual rata-rata naik hanya 0,3% dibanding setahun sebelumnya menjadi $398.000, salah satu kenaikan tahunan terkecil sejak “booming” perumahan era pandemi. Dari sisi pasokan, inventori rumah bekas naik 4,9% menjadi 1,29 juta unit—level tertinggi untuk bulan Februari sejak 2020—memberi lebih banyak pilihan bagi pembeli.
Secara regional, penandatanganan kontrak naik di tiga dari empat wilayah AS, dipimpin lonjakan lebih dari 8% di wilayah Barat ke level tertinggi satu tahun. Penjualan juga naik 1,6% di Selatan dan meningkat tipis di Midwest, namun turun di Timur Laut ke level terendah sejak 2024.
Komposisi pembeli juga memberi sinyal menarik: pembeli rumah pertama (first-time buyers) menyumbang 34% dari transaksi Februari, naik dari 31% pada bulan sebelumnya dan juga dibanding setahun lalu. Yun menilai ini mengindikasikan pembeli pemula mulai memanfaatkan membaiknya keterjangkauan.
Ke depan, analis memperkirakan penjualan rumah dapat meningkat tahun ini, dengan proyeksi kenaikan bervariasi dalam survei Bloomberg. Suku bunga KPR juga sempat turun pada akhir bulan lalu ke 6,09%, terendah sejak 2022. Presiden Donald Trump dikabarkan meminta Fannie Mae dan Freddie Mac membeli $200 miliar surat berharga berbasis KPR (MBS) untuk membantu menurunkan biaya pembiayaan perumahan.
Pemerintahan Trump juga disebut mendorong serangkaian inisiatif untuk menghidupkan pasar perumahan, karena isu keterjangkauan diperkirakan menjadi topik besar menuju pemilu paruh waktu. Trump juga meminta Kongres mempertimbangkan pelarangan investor institusi membeli rumah tapak (single-family homes).(mrv)
Sumber : Newsmaker.id