• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 January 2026 23:24  |

Ultimatum Nuklir Trump ke Iran: Deal atau Konsekuensi Lebih Berat

Presiden AS Donald Trump pada Rabu melontarkan ultimatum keras kepada Iran: segera duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan soal senjata nuklir, atau serangan AS berikutnya akan jauh lebih buruk. Trump menyampaikan pesan itu lewat unggahan media sosial, sambil menekankan satu tuntutan utama: tanpa senjata nuklir.

“Semoga Iran segera duduk di meja perundingan… TANPA SENJATA NUKLIR… waktu hampir habis,” tulis Trump. Ia juga mengingatkan bahwa peringatan terakhir yang ia keluarkan sebelumnya berujung pada aksi militer pada Juni, dan mengulang klaim bahwa “armada” AS sedang bergerak mendekati Republik Islam tersebut.

Teheran tidak tinggal diam. Misi Iran untuk PBB merespons dengan nada tajam: Iran menyatakan siap berdialog berdasarkan saling menghormati dan kepentingan bersama, tetapi menegaskan jika dipaksa, mereka akan membela diri dan merespons “dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Iran juga menyinggung biaya perang AS di masa lalu, merujuk konflik Afghanistan dan Irak sebagai contoh mahalnya eskalasi militer.

Di saat yang sama, media pemerintah Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengatakan ia tidak melakukan kontak dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dalam beberapa hari terakhir dan tidak meminta negosiasi—sinyal bahwa jalur diplomasi belum benar-benar “nyala” seperti yang didorong Trump.

Di lapangan, ketegangan ikut naik karena pergerakan militer AS. Trump mengatakan pasukan angkatan laut yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang mendekati Iran. Dua pejabat AS sebelumnya menyebut kepada Reuters bahwa Lincoln dan kapal-kapal pendukungnya sudah tiba di Timur Tengah pada Senin.

Armada tersebut dilaporkan bergerak dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu, ketika tensi AS–Iran memanas setelah laporan penindakan keras terhadap protes di Iran. Meski gelombang demonstrasi disebut mulai mereda, ancaman Trump tetap keras: jika Iran kembali melangkah ke arah nuklir atau situasi memburuk, respons AS bisa makin agresif.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai