• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 January 2026 17:42  |

Tarif Lagi? Isu Greenland Bikin Korporasi Eropa Kena Target Trump

Tepat ketika perusahaan-perusahaan Eropa mulai merasakan kelegaan setelah drama tarif perdagangan AS yang sulit diatasi tahun lalu, Presiden Donald Trump kembali mengacaukan keadaan. Eropa kini kembali menjadi sasaran setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara yang menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland, yang memicu kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui.

Pada hari Sabtu, Trump mengumumkan bahwa ia akan menaikkan tarif mulai 1 Februari untuk impor dari Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia, hingga AS "diizinkan" untuk membeli Greenland. Negara-negara besar Eropa mengutuk langkah tersebut sebagai tekanan yang berlebihan, sementara pasar mulai mengambil sikap hati-hati karena risiko konflik perdagangan transatlantik menjadi semakin nyata.

Minggu berikutnya, para duta besar Uni Eropa dilaporkan mencapai pemahaman luas untuk memperkuat upaya mencegah pemberlakuan tarif tersebut, sambil mempersiapkan paket balasan jika bea masuk diberlakukan. Para pemimpin Uni Eropa juga dijadwalkan untuk membahas opsi respons pada pertemuan puncak darurat di Brussels, termasuk paket tarif balasan senilai 93 miliar euro untuk impor AS yang dapat diaktifkan secara otomatis, serta opsi yang lebih keras seperti penggunaan Instrumen Anti-Koersi (ACI), yang akan membatasi akses ke tender publik, investasi, perbankan, dan layanan.

Dari perspektif industri, ancaman ini menimbulkan beban baru bagi perusahaan yang mengekspor ke AS. Para pelaku pasar percaya bahwa ruang untuk menyerap tarif semakin menyempit, berpotensi menimbulkan gelombang bea masuk baru bagi konsumen Amerika. Banyak perusahaan juga diperkirakan akan mempercepat diversifikasi pasar dan mencari pelanggan di negara-negara yang dianggap lebih stabil, sementara kemungkinan pengalihan arus perdagangan di dalam Uni Eropa dapat muncul karena tidak semua negara ada dalam daftar tarif.

Beberapa analis juga percaya bahwa langkah ini dapat menjadi bumerang bagi AS: tarif dapat mendorong harga domestik naik, memicu lonjakan impor sebelum tarif berlaku, dan mempercepat migrasi bisnis ke pasar alternatif. Pada akhirnya, banyak yang percaya bahwa skenario yang paling rasional tetaplah solusi yang menghormati hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri, memperkuat keamanan Arktik bagi NATO, dan, sejauh mungkin, menghindari kerusakan ekonomi yang signifikan bagi kedua sisi Atlantik. (alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai