• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 January 2026 16:40  |

Korban Protes Iran Bertambah, Teheran Abaikan Ancaman Trump

Jumlah korban tewas dalam gelombang protes di Iran dilaporkan melonjak tajam. Kelompok aktivis yang memantau situasi menyebut total kematian telah mencapai 2.571 orang hingga Rabu, naik drastis dari sekitar 500 di awal pekan. Angka ini masih sulit diverifikasi secara independen, namun memberi gambaran betapa kerasnya eskalasi di lapangan.

Situasi makin gelap karena Iran disebut memasuki hari keenam pemadaman internet nasional. Kondisi ini memutus banyak jalur komunikasi dan membuat dokumentasi kejadian menjadi sangat sulit, sehingga informasi di lapangan bergerak terbatas dan sering simpang siur.

Dari Washington, Presiden Donald Trump berulang kali menyampaikan dukungan kepada para pembangkang dan mendorong demonstrasi terus berlanjut. Ia juga menulis pesan “bantuan sedang dalam perjalanan” tanpa menjelaskan maksudnya, dan mengatakan akan “bertindak sesuai” setelah menilai jumlah demonstran yang tewas. Di saat bersamaan, muncul laporan bahwa Trump telah menerima pengarahan mengenai opsi-opsi tindakan terhadap Iran, ditambah ancaman tarif 25% untuk negara yang masih berbisnis dengan Teheran.

Tekanan geopolitik ini ikut mengguncang pasar energi. Harga minyak sempat terdorong naik karena kekhawatiran pasokan Iran terganggu, meski pada Rabu Brent mulai memangkas kenaikan dan bergerak kembali ke sekitar $65 per barel setelah reli empat hari yang sangat kuat. Di dalam negeri, otoritas Iran menuduh pihak luar ikut memicu kerusuhan, sementara negara-negara Teluk disebut mendorong AS agar menghindari opsi serangan.

Sementara itu, pemerintah Iran mengisyaratkan penindakan akan makin keras: ada ancaman penyitaan aset bagi pihak yang disebut “perusuh”, serta dorongan agar pelaku kekerasan diadili cepat. Kelompok aktivis juga melaporkan lebih dari 18.000 penahanan, termasuk sebagian korban yang masih di bawah 18 tahun, dan ada kekhawatiran sebagian tahanan akan dijerat tuduhan berat yang dapat berujung hukuman mati. Di tengah ketidakpastian ini, perhatian dunia kini tertuju pada dua hal: apakah Iran akan membuka kembali akses internet, dan apakah AS benar-benar akan menaikkan eskalasi dari ancaman menjadi aksi.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai