Greenland “Pasang Tameng” NATO
Pemerintah Greenland menyatakan akan mengencangkan langkah agar pertahanan pulau Arktik itu dikelola dalam kerangka NATO, bukan lewat jalur sepihak. Koalisi pemerintah menegaskan akan bekerja bersama Denmark untuk memastikan dialog dan pengembangan pertahanan Greenland tetap berada di bawah payung aliansi militer tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Bagi koalisi pemerintah Greenland, wacana itu disebut tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun—sekaligus menegaskan posisi Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark dan kawasan yang keamanan kolektifnya melekat pada NATO.
Di Eropa, isu ini memicu kekhawatiran lebih luas soal stabilitas aliansi. Sejumlah pejabat dan pemimpin Eropa menilai langkah sepihak terhadap Greenland berisiko memecah NATO, sementara NATO sendiri menyoroti meningkatnya sensitivitas keamanan Arktik di tengah dinamika Rusia dan China.
Untuk Greenland, pesannya jelas: jalur pertahanan harus kolektif, dan kedaulatan tidak untuk ditawar. Ke depan, pasar dan pelaku geopolitik akan memantau apakah ketegangan ini akan mereda lewat diplomasi—atau justru memicu pembahasan lebih besar tentang penguatan keamanan Arktik di level NATO. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id