• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 December 2024 20:10  |

Menurut UBS Pemangkasan suku bunga Fed berikutnya akan dilakukan pada bulan Juni

Ekonom UBS memperkirakan Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga berikutnya pada bulan Juni, sebesar 25 basis poin (bps), diikuti oleh pemangkasan berikutnya pada bulan September.

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan FOMC terakhirnya bulan ini, sejalan dengan ekspektasi pasar. Ini menandai pemangkasan keempat sejak September, sehingga total pemangkasan menjadi 100 basis poin dan menempatkan kisaran target kebijakan pada 4,25%-4,5%.

Namun, dot plot yang diperbarui menunjukkan sikap yang lebih agresif daripada yang diantisipasi. Proyeksi median sekarang hanya mencerminkan pemangkasan sebesar 50 basis poin untuk tahun 2025, pergeseran yang signifikan dari 100 basis poin yang ditunjukkan dalam dot plot September. Prospek Fed menunjukkan bahwa penyesuaian kebijakan dapat diperpanjang hingga tahun 2027.

Pasar bereaksi negatif terhadap pengumuman tersebut. Ekuitas turun tajam, imbal hasil obligasi naik, dan dolar menguat.

Selama konferensi pers pascapertemuan, Ketua Fed Jerome Powell menyampaikan optimisme tentang keadaan ekonomi dan prospek untuk tahun 2025. Powell mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi telah melampaui ekspektasi Fed baru-baru ini, sementara inflasi tetap di atas target 2%. Akibatnya, bank sentral bermaksud untuk mengadopsi pendekatan yang lebih terukur untuk penurunan suku bunga lebih lanjut.

"Pandangan kami sendiri tentang prospek ekonomi serupa dengan Fed, dan karena itu kami telah menyesuaikan perkiraan penurunan suku bunga kami sesuai dengan diagram titik baru," kata ekonom senior UBS Brian Rose dalam sebuah catatan.

Bank sekarang mengantisipasi penurunan 25 basis poin pada bulan Juni dan September, dengan total 50 basis poin untuk tahun 2025, turun dari ekspektasi sebelumnya yaitu penurunan suku bunga triwulanan sebesar 100 basis poin sepanjang tahun.

Meskipun pendekatan yang lebih hati-hati ini saat ini disukai, Rose menyoroti bahwa "penurunan suku bunga pada bulan Maret dapat dengan cepat kembali menjadi bahan pertimbangan jika ada berita buruk dari pasar tenaga kerja awal tahun depan."

Sikap agresif The Fed memicu reli dolar AS, dengan indeks dolar sempat melampaui 108. Tren ini sejalan dengan pergerakan suku bunga selama dua tahun terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2025.

Faktor politik, termasuk pelantikan Donald Trump yang akan datang, kemungkinan akan membuat dolar tetap tinggi dalam waktu dekat. Namun, UBS menyoroti batasan penguatan dolar lebih lanjut, dengan mengutip penilaian yang terlalu tinggi, ekspektasi minimal untuk pelonggaran moneter AS pada tahun 2025, dan fokus pasar pada aspek positif kebijakan Trump. Setiap penyimpangan dari ekspektasi ini dapat memicu pelemahan dolar.

UBS memandang reli dolar saat ini sebagai peluang jual, memperkirakan EURUSD akan kembali ke 1,10 pada akhir tahun 2025.(Cay)

Sumber: Investimg.com

Related News

ECONOMY

Inflasi CPI Tiongkok Turun dari yang Diharapkan pada Bulan N...

Inflasi konsumen Tiongkok menyusut lebih dari yang diharapkan pada bulan November sebagai akibat dari langkah-langkah stimulu...

9 December 2024 13:00
ECONOMY

Permohonan Tunjangan Pengangguran AS Turun ke Terendah dalam...

Permohonan tunjangan pengangguran AS turun ke level terendah sejak Mei, yang menunjukkan pasar kerja tetap sehat meskipun ter...

19 September 2024 19:42
ASIA

Bursa Asia Beragam Setelah Wall Street Memperpanjang Penurun...

Pasar Asia-Pasifik beragam pada hari Kamis setelah saham AS anjlok semalam, dengan Dow Jones Industrial Average mencatat hari...

24 October 2024 09:29
ECONOMY

Pasar Asia dibuka Bervariasi Karena Investor Menunggu Data E...

Pasar Asia dibuka bervariasi karena investor menunggu data ekonomi China, menilai CPI Jepang Pasar Asia-Pasifik dibuka berv...

18 October 2024 08:12
BIAS23.com NM23 Ai