• Tue, Jul 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 July 2026 09:37  |

Rudal Iran Dilaporkan Hantam Kapal di Hormuz, Harga Minyak Mulai Naik

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke kapal komersial yang melintasi jalur strategis tersebut pada Senin malam. Insiden ini menjadi ujian baru bagi kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya bertujuan menghentikan serangan di kawasan tersebut.

Menurut laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat, dua kapal mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pusat United Kingdom Maritime Trade Operations atau UKMTO juga menyebut telah menerima laporan sebuah tanker terkena proyektil tidak dikenal sekitar 8 mil laut atau 15 kilometer di sebelah timur Limah, Oman.

Kabar serangan ini langsung memengaruhi harga energi global. Harga minyak Brent naik sekitar 0,4 persen ke kisaran US$72,25 per barel setelah laporan tersebut muncul. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap gangguan di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur penting bagi distribusi energi dunia.

Serangan tersebut terjadi di tengah agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan menghadiri KTT para pemimpin NATO di Ankara, Turki. Konflik AS dan Iran diperkirakan menjadi salah satu pembahasan utama, terutama setelah Trump sebelumnya menyampaikan kekecewaan terhadap sejumlah anggota NATO yang dinilai belum cukup membantu Amerika Serikat menghadapi Iran.

Sementara itu, pembicaraan antara AS dan Iran masih berada dalam tekanan. Dialog kedua negara sempat tertunda setelah Iran menggelar rangkaian prosesi pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas pada hari pertama konflik pada akhir Februari. Qatar menyatakan pertemuan berikutnya akan dijadwalkan secepat mungkin setelah prosesi pemakaman selesai.

Kesepakatan damai sementara yang dicapai bulan lalu memberikan ruang negosiasi selama 60 hari antara Washington dan Teheran. Namun, upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi perdamaian permanen masih menghadapi banyak tantangan. Beberapa isu utama yang belum terselesaikan mencakup pembekuan aset Iran, biaya transit melalui Selat Hormuz, serta ambisi nuklir Iran.

Dari sisi pasar, insiden ini kembali mengingatkan investor bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Jika ketegangan berlanjut dan mengganggu arus energi global, harga minyak berpotensi kembali menguat. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memengaruhi sentimen pasar terhadap aset safe haven seperti emas.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai