• Tue, Jun 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 June 2026 18:36  |

Oman dan Iran Bentuk Tim Khusus Kelola Navigasi Selat Hormuz

Oman dan Iran sepakat membentuk tim kerja bersama untuk menyusun kerangka pengelolaan navigasi di Selat Hormuz. Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan di Muscat pada Selasa (23/6), di tengah upaya regional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran penting tersebut. Selat Hormuz menjadi perhatian besar pasar global karena jalur ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq serta Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamoud Al-Busaidi. Oman juga menyatakan dukungan terhadap Islamabad Memorandum of Understanding antara Amerika Serikat dan Iran, sambil menekankan pentingnya dialog lanjutan agar kesepakatan tersebut dapat dijalankan secara efektif.

Kedua negara menegaskan komitmennya untuk menjaga jalur pelayaran tetap aman dan terbuka sesuai hukum internasional. Namun, Oman dan Iran juga menekankan bahwa setiap pengaturan di Selat Hormuz harus tetap menghormati kedaulatan serta hak berdaulat masing-masing negara atas wilayah perairannya. Artinya, kerja sama ini tidak hanya menyangkut keamanan kapal, tetapi juga menyentuh aspek politik, hukum, dan kepentingan strategis kedua negara.

Tim kerja bersama tersebut nantinya akan membahas mekanisme pengelolaan navigasi, jenis layanan yang dapat diberikan kepada kapal yang melintas, serta biaya yang mungkin timbul berdasarkan standar internasional. Oman dan Iran juga sepakat untuk membuka pembahasan dengan negara-negara pesisir lain di kawasan serta pihak-pihak terkait. Langkah ini penting agar pengaturan Hormuz tidak hanya menjadi keputusan dua negara, tetapi juga dapat diterima oleh pelaku pelayaran dan pasar energi global.

Bagi pasar minyak, kesepakatan Oman dan Iran ini menjadi sinyal positif karena menunjukkan adanya upaya menjaga stabilitas Selat Hormuz. Jika jalur tersebut tetap aman dan kapal-kapal semakin percaya diri untuk melintas, tekanan terhadap harga minyak dapat berlanjut karena risiko gangguan pasokan menurun. Namun, apabila perbedaan tafsir antara AS, Iran, dan pihak regional kembali memanas, Hormuz tetap bisa menjadi titik rawan yang memicu lonjakan harga energi serta meningkatkan volatilitas pasar global.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai