Trump Says NATO’s Refusal to Help in Iran Is a “Very Foolish Mistake”
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan Amerika Serikat telah menerima informasi bahwa sebagian besar sekutu NATO tidak ingin terlibat dalam operasi militer AS di Iran—sikap yang ia sebut sebagai “kesalahan yang sangat bodoh.” Pernyataan itu disampaikan saat Trump menjawab pertanyaan wartawan di Oval Office dalam kunjungan Hari St. Patrick’s Day Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin.
Meski melontarkan kritik tajam, Trump tidak memberi sinyal akan menghukum sekutu NATO. Ketika ditanya apakah ia akan membalas sikap penahanan diri itu, Trump menyatakan ia “tidak punya rencana apa pun saat ini.” Ia menambahkan bahwa negara-negara NATO pada dasarnya mendukung perang gabungan AS–Israel yang kini memasuki pekan ketiga, namun enggan ikut turun langsung dalam operasi.
Trump menilai sikap itu mengejutkan. “Saya pikir NATO membuat kesalahan yang sangat bodoh,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa “semua orang setuju dengan kami, tetapi mereka tidak mau membantu,” dan AS “harus mengingat itu.”
Dalam pernyataannya, Trump juga kembali menyoroti Selat Hormuz—jalur yang mengangkut sekitar 20% minyak dunia—dan menyerukan negara-negara lain untuk ikut membantu mengamankan perairan tersebut. Trump menilai Iran telah merespons serangan AS–Israel dengan drone, rudal, dan ranjau yang membuat jalur tanker praktis tertutup, sehingga upaya “policing” di Hormuz menjadi kebutuhan mendesak.
Namun beberapa sekutu AS pada Senin menyatakan tidak memiliki rencana segera untuk mengirim kapal guna membantu membuka kembali jalur itu—yang pada praktiknya menjadi penolakan atas permintaan Trump. Laporan media juga menggambarkan penolakan luas di Eropa untuk terlibat dalam operasi perang, dengan sejumlah pemimpin menekankan jalur diplomasi dan kekhawatiran eskalasi yang lebih besar.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menulis di Truth Social bahwa karena keberhasilan militer AS, Amerika “tidak lagi ‘membutuhkan’” bantuan NATO dan bahkan menegaskan, “WE NEVER DID!” Ia juga menyinggung Jepang, Australia, dan Korea Selatan dalam unggahan tersebut.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id