• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 March 2026 16:55  |

AS Izinkan Pembelian Sementara Minyak Rusia yang Sudah di Laut

Pemerintah AS pada Kamis memberi otorisasi sementara untuk pembelian minyak Rusia yang sudah “terjebak” di laut, sebagai upaya menstabilkan pasar energi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan ini merupakan langkah “jangka pendek dan sangat terbatas” yang hanya berlaku untuk minyak yang sudah dalam perjalanan.

CNBC melaporkan ada sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang berada di laut di sekitar 30 lokasi global per 12 Maret, setara kira-kira pasokan lima hingga enam hari. Bessent menyebut lonjakan harga minyak saat ini sebagai gangguan yang “sementara”, dan menilai kebijakan tersebut akan memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Harga minyak berayun tajam sejak perang Iran dimulai, dengan minyak dilaporkan sempat mendekati US$120 per barel pada Senin. Brent, patokan global, ditutup sedikit di atas US$100 per barel pada Kamis setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, berjanji mempertahankan penutupan Selat Hormuz.

Bessent menekankan langkah sementara ini tidak akan memberi “manfaat finansial signifikan” bagi pemerintah Rusia. Menurutnya, hal itu karena Moskow memperoleh mayoritas pendapatan energi dari pajak yang dipungut pada titik produksi.

Pemberitahuan di situs Departemen Keuangan AS menyebut pengecualian berlaku untuk minyak mentah dan produk Rusia yang dimuat ke kapal pada atau sebelum pukul 00.01 waktu Timur AS, dengan pembelian diizinkan hingga 11 April pukul 00.01 waktu Timur AS.

Kebijakan ini menyusul langkah Washington pekan lalu yang memberi pengecualian 30 hari kepada India untuk membeli minyak mentah Rusia, dengan alasan serupa: hanya mengizinkan transaksi untuk minyak yang sudah berada di laut. Dalam wawancara podcast yang dirilis Jumat, Bessent mengatakan “disayangkan” Rusia akan mendapat keuntungan finansial, namun diharapkan hanya dalam periode yang sangat singkat. Ia menambahkan pengecualian diberikan karena “barel Rusia sudah berada di air” dan menjadi sumber cepat bagi kilang India.

Saat ini, negara-negara G7 dan Uni Eropa memberlakukan sanksi atas minyak Rusia terkait invasi ke Ukraina pada 2022, termasuk penerapan batas harga US$44,1 per barel. Uni Eropa juga berkomitmen menghapus seluruh impor minyak Rusia yang tersisa pada akhir 2027. Pada 2022, Presiden AS saat itu Joe Biden melarang impor minyak Rusia, LNG, dan batu bara ke AS.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai