Trump Sinyalkan Akhir Lebih Cepat Perang Iran, Pasar Mulai Redakan Premi Risiko Minyak
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa AS dan Israel membuat “kemajuan signifikan” dalam perang melawan Iran dan konflik bisa berakhir “sangat segera”, sebuah sinyal yang ikut meredakan lonjakan harga minyak yang dipicu gangguan di kawasan Teluk. Trump menambahkan ia tidak yakin pertempuran selesai pekan ini, tetapi menilai operasi berjalan lebih cepat dari jadwal. Ia juga menyebut Angkatan Laut AS akan mengawal tanker keluar dari Timur Tengah untuk menjaga kelancaran pasokan melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi arus minyak global dan pelayaran kontainer yang penutupan efektifnya mendorong lonjakan harga minyak dan gas serta memantik kekhawatiran inflasi.
Harga Brent yang sempat naik mendekati US$120 per barel pada awal Senin turun kembali ke sekitar US$91,50, namun masih disebut naik lebih dari 50% tahun ini di tengah ketegangan AS-Iran. Meski begitu, belum terlihat tanda Selat Hormuz bisa dibuka cepat, dengan Iran terus melakukan serangan balasan drone dan misil di kawasan. Pada Selasa, Aramco menyatakan dapat menaikkan kapasitas pipa yang mengalirkan crude ke pantai barat Arab Saudi — sehingga mem-bypass Hormuz — hingga kapasitas penuh dalam beberapa hari. Di saat yang sama, Trump mengklaim AS dan Israel “menghancurkan musuh” dan menyebut AS telah menghantam 5.000 target di Iran, menurunkan kemampuan misil Iran menjadi sepersepuluh dari sebelumnya, serta menilai tujuan militer perang “hampir selesai”.
Di lapangan, Iran melanjutkan serangan terhadap negara-negara Arab Teluk pada Selasa. Uni Emirat Arab menyatakan merespons ancaman misil dari Iran beberapa jam setelah melaporkan serangan drone terhadap konsulatnya di wilayah Kurdistan Irak. Satu orang tewas dalam serangan di Manama, Bahrain, sementara Kuwait mencegat enam drone. Namun, terdapat sinyal awal bahwa serangan terhadap beberapa negara, termasuk UEA yang disebut paling sering menjadi target sejak perang dimulai, mulai mereda. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dikutip kantor berita semi-resmi Mehr, menyatakan Teheran siap menurunkan ketegangan dengan syarat wilayah udara, daratan, dan perairan negara tetangga tidak digunakan untuk meluncurkan serangan terhadap Iran.
Tekanan politik domestik juga mengiringi eskalasi. Trump sebelumnya berjanji selama kampanye untuk mencegah AS terseret perang berkepanjangan di luar negeri, dan kampanye militer yang meluas disertai korban serta harga bensin tinggi berpotensi membebani peluang Partai Republik mempertahankan kendali Kongres dalam pemilu sela November. Sejumlah jajak pendapat disebut menunjukkan mayoritas warga AS menentang perang, sementara tokoh-tokoh gerakan Make America Great Again dan beberapa politikus Partai Republik mengecamnya. Sejumlah negara — dari Australia hingga Korea Selatan dan Inggris — disebut membantu memperkuat pertahanan negara sekutu di Teluk atau menilai permintaan untuk itu, ketika negara-negara Arab menjadi sasaran utama serangan balasan Iran.
Dari sisi pasokan energi, Trump menyatakan peluncuran drone dari Iran turun 83% dibanding hari-hari awal konflik dan AS menenggelamkan lebih dari 50 kapal Iran, sekaligus mengancam serangan ke target “penting” tambahan termasuk pembangkit listrik. Trump juga mengatakan ia dapat mencabut sementara “sebagian sanksi terkait minyak” untuk menekan harga, tanpa merinci detail, selain menyebut topik itu dibahas dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia menegaskan pemerintah “berupaya menjaga harga minyak tetap rendah” dan menyebut harga sempat naik “secara artifisial” karena konflik. Di sisi lain, Trump mengakui masih ada pertanyaan soal kepemimpinan di Teheran dan bersumpah tidak akan berhenti sampai musuh “dikalahkan sepenuhnya”.
Sinyal campuran de-eskalasi dan ancaman memperpanjang ketidakpastian pasar, terutama karena status Selat Hormuz tetap menjadi pusat risiko. Trump mengatakan lalu lintas kapal di Hormuz meningkat dan ia “memikirkan untuk mengambil alih” selat tersebut, tanpa menjelaskan tindakan spesifik. Penutupan efektif Hormuz juga disebut memaksa Arab Saudi mengurangi produksi, mengikuti langkah serupa oleh UEA, Kuwait, dan Irak. Di sisi kemanusiaan, AS melaporkan korban jiwa ketujuh pada Minggu; dua tentara Israel dan sekitar selusin warga sipil Israel juga dilaporkan tewas. Lebih dari 1.300 warga Iran disebut meninggal menurut angka resmi yang belum diperbarui beberapa hari. Israel melanjutkan serangan di Lebanon selatan yang menargetkan Hizbullah, dengan 486 korban jiwa dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon.
Iran juga memasuki fase politik baru setelah Ayatollah Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi menggantikan Ali Khamenei yang disebut tewas ketika serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari. Khamenei yang berusia 56 tahun disebut memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam, dan kelompok itu menyatakan kepatuhan penuh. Seorang analis Bloomberg Geoeconomics menilai pemilihan itu mengindikasikan Iran tidak akan mengubah arah secara signifikan dalam perang di Timur Tengah, memperkuat pandangan bahwa jalur de-eskalasi akan sangat bergantung pada kalkulasi keamanan, bukan sekadar sinyal politik.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id