• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

9 January 2026 10:11  |

Raksasa Migas AS Dipanggil Bahas Venezuela

Hampir 20 eksekutif minyak dan gas dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump dan pejabat senior di Gedung Putih pada hari Jumat. Pertemuan ini disebut menjadi ajang ikut “siapa-siapa” di industri migas AS karena hadirnya para pemain besar yang diminta membahas rencana pemulihan sektor energi Venezuela.

Daftar peserta mencakup perwakilan dari Chevron, Exxon Mobil, ConocoPhillips, serta tokoh senior migas Harold Hamm. Pemerintahan Trump mendorong perusahaan-perusahaan tersebut menilai peluang menghidupkan kembali produksi minyak Venezuela yang juga akibat kerusakan infrastruktur, minimalnya investasi, dan hengkangnya banyak perusahaan asing selama bertahun-tahun.

Sejumlah perusahaan dagang minyak global seperti Vitol dan Trafigura juga disebut akan hadir, bersama Repsol dari Spanyol yang memiliki kepemilikan di salah satu ladang besar Venezuela. Selain itu, India’s Reliance dikabarkan ikut diundang, menampilkan bahwa pembahasan ini tidak hanya menyangkut perusahaan AS, tetapi juga melibatkan pemain internasional.

Meski Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, kondisi pipa dan fasilitas produksi dilaporkan rusak parah karena lama terbengkalai. Oleh karena itu, pemulihan sektor ini dinilai tidak bisa instan dan bisa memakan waktu bertahun-tahun, membuat banyak perusahaan mengambil sikap hati-hati sebelum menggelontorkan investasi besar.

Seorang analis mengatakan kebutuhan dana dapat mencapai hingga US$100 miliar dalam 10 tahun, dan Trump menyebut para pelaku industri akan “membangun kembali seluruh infrastruktur” dengan nilai belanja setidaknya US$100 miliar. Namun, skala biaya sebesar itu berarti target pemulihan bisa melampaui masa jabatan Trump.

Dalam jangka pendek, rencana pemerintah untuk mulai menjual minyak Venezuela yang tertahan di penyimpanan di tengah blokade laut AS sudah ikut mempengaruhi pasar. Vitol, yang baru menerima lisensi dari Departemen Keuangan AS untuk menjual minyak Venezuela, dilaporkan mulai menjajaki minat kilang-kilang untuk menyerap pasokan tersebut.

Di sisi lain, para eksekutif migas disebut ingin mendukung target pemulihan ekonomi Venezuela sekaligus menguntungkan kepentingan AS, namun tetap meminta kepastian keamanan fisik dan finansial. Kekhawatiran ini muncul karena situasi negara dinilai belum stabil, terutama setelah penangkapan Nicolás Maduro oleh pasukan AS, serta adanya pengalaman masa lalu ketika aset Exxon dan ConocoPhillips pernah dinasionalisasi pada era pemerintahan sebelumnya.

5 inti poin dari narasi:

1. Hampir 20 petinggi migas AS bertemu Trump di Gedung Putih untuk membahas pemulihan sektor energi Venezuela.

2. Peserta meliputi raksasa migas (Chevron, Exxon, ConocoPhillips), trader global (Vitol, Trafigura), serta Repsol; Reliance dipanggil ikut diundang.

3. Infrastruktur Venezuela rusak berat; Pemulihan diperkirakan mahal dan lama—estimasi biaya bisa sampai US$100 miliar dalam 10 tahun.

4. Rencana penjualan minyak Venezuela yang tertahan (terkait blokade) mulai berdampak pada pasar; Vitol sudah bergerak mendekati para kilang.

5. Perusahaan tertarik, tapi menuntut jaminan keamanan dan kepastian bisnis, mengingat risiko politik dan rekam jejak jejak nasionalisasi aset di masa lalu.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai