Inflasi Australia Melambat ke 4,2% YoY, AUD Tertekan Tipis
Inflasi Australia turun lebih cepat dari perkiraan pada April, memberi sinyal moderasi tekanan harga meski levelnya masih jauh di atas target bank sentral. Data Australian Bureau of Statistics (ABS) pada Rabu menunjukkan CPI naik 4,2% (YoY), melambat dari 4,6% pada bulan sebelumnya dan lebih rendah dari konsensus 4,4%.
Pada basis bulanan, CPI naik 0,4% pada April, lebih rendah dibanding 1,1% pada pembacaan sebelumnya. Ukuran inflasi inti yang lebih dipantau RBA, Trimmed Mean CPI, naik 0,3% (MoM) dan 3,4% (YoY), mengindikasikan tekanan harga dasar masih bertahan meski headline mulai mendingin.
Reaksi pasar cenderung hati-hati. Dolar Australia melemah setelah rilis, dengan AUD/USD turun sekitar 0,12% ke 0,7159 pada saat laporan ini disusun. Pergerakan ini mencerminkan repricing ringan terhadap outlook kebijakan: data headline yang lebih lembut memberi “ruang napas” jangka pendek, tetapi inflasi inti yang masih tinggi menjaga argumen bahwa kebijakan tetap perlu ketat lebih lama.
Secara fundamental, pelemahan inflasi headline dapat mengurangi urgensi pengetatan lanjutan, namun posisi RBA tetap sensitif pada inflasi inti dan kondisi ekonomi riil. Pasar juga menilai peluang jeda pada pertemuan pertengahan Juni masih dominan, terutama jika tekanan biaya dan sentimen bisnis-konsumen melemah seiring dampak geopolitik dan energi global. Fokus berikutnya adalah apakah disinflasi berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, serta apakah Trimmed Mean mulai turun lebih jelas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id