Investor Antisipasi Keputusan The Fed dan Ketegangan AS–China, Emas Siap Meroket ?
Harga emas dunia (loco gold) bergerak naik di awal pekan ini, didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan depan serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
Pada perdagangan hari ini, harga emas spot naik sekitar 0,98% ke level US$4.056 per troy ounce.
Pelaku pasar mulai meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan November mendatang. Data inflasi terakhir menunjukkan perlambatan bertahap, sementara data tenaga kerja yang lebih lemah minggu lalu memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga mulai mereda.
Ekspektasi cut rate ini menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yields), sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga.
“Investor mulai kembali ke emas sebagai lindung nilai karena ketidakpastian arah kebijakan moneter AS,” ujar analis komoditas senior di Bloomberg Intelligence.
Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga menyoroti meningkatnya ketegangan diplomatik antara AS dan China. Washington dikabarkan akan memperketat kontrol ekspor teknologi semikonduktor, sementara Beijing merespons dengan kemungkinan pembatasan ekspor logam tanah jarang.
Situasi ini meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, di tengah kekhawatiran potensi perlambatan perdagangan global.
Selama dolar AS belum kembali menguat signifikan dan ketidakpastian global tetap tinggi, harga emas berpotensi bertahan di atas area US$4.030 – US$4.040, dengan peluang pengujian ke US$4.080 jika data inflasi menunjukkan penurunan lebih lanjut.
Secara teknikal, pergerakan emas saat ini masih berada dalam tren naik jangka menengah. Level support terdekat berada di US$4.080, diikuti area psikologis US$5.000. Jika harga mampu menembus resistance US$4.070 – US$4.080, potensi penguatan ke US$5.000 – US$5.050 terbuka lebar. Namun, kegagalan menembus resistance tersebut dapat memicu koreksi teknikal jangka pendek menuju US$4.010.
Indikator RSI masih di area netral–bullish, sementara MACD menunjukkan momentum positif yang mulai menguat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id