Gejolak Politik Prancis dan Jepang Dorong Lonjakan Harga Emas Dunia
Harga emas global menguat tajam pada sesi Asia hari Senin, didorong oleh gejolak politik di dua negara utama dunia: Prancis dan Jepang. Mundurnya Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu dan naiknya Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, menciptakan ketidakpastian politik dan ekonomi yang meningkatkan minat investor terhadap aset aman seperti emas.
Dari Eropa, pengunduran diri Lecornu menimbulkan kekhawatiran akan arah kebijakan fiskal dan stabilitas pemerintahan di Prancis, yang merupakan salah satu pilar utama ekonomi zona euro. Ketidakpastian tersebut mendorong pelaku pasar menghindari aset berisiko dan memperkuat arus modal ke aset safe haven. Sementara itu, pelantikan Sanae Takaichi di Jepang dipandang sebagai sinyal berlanjutnya kebijakan moneter longgar Bank of Japan, termasuk kemungkinan mempertahankan suku bunga negatif lebih lama. Ekspektasi tersebut menekan nilai tukar yen dan memicu permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan mata uang.
Secara bersamaan, situasi politik di Eropa dan arah kebijakan baru di Asia menciptakan tekanan silang di pasar global. Investor melihat meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas mata uang utama sebagai alasan kuat untuk memperkuat portofolio di instrumen non-yield seperti logam mulia. Hal ini membuat harga emas terus mendapatkan momentum positif meski dolar AS tetap dalam tren kuat.
Dampaknya terhadap pasar valuta asing cukup signifikan. Euro melemah karena kekhawatiran politik di Prancis yang dapat mengguncang kepercayaan terhadap stabilitas zona euro. Di sisi lain, yen Jepang juga merosot karena kebijakan ekonomi ultra-longgar yang diharapkan dari pemerintahan Takaichi. Kombinasi pelemahan euro dan yen terhadap dolar AS memperlemah daya tarik kedua mata uang tersebut dan justru memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai yang stabil di tengah perubahan politik dan arah kebijakan global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id