Emas Konsolidasi, Fokus Investor Bergeser ke Keputusan The Fed
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Senin (15/9) pasca pertemuan antara Amerika Serikat dan Tiongkok di Madrid yang membahas isu perdagangan, keamanan nasional, hingga status aplikasi TikTok. Investor kini menanti perkembangan lanjutan dari perundingan tersebut serta keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Secara fundamental, hasil pertemuan AS–China berpotensi memengaruhi arah emas. Jika negosiasi berjalan positif dan ketegangan dagang mereda, minat risiko (risk appetite) global bisa meningkat sehingga menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Namun, jika perundingan mengalami kebuntuan atau muncul ancaman tarif baru, justru bisa mendorong aliran dana ke emas.
Selain itu, fokus utama pasar tetap tertuju pada rapat FOMC. The Fed hampir pasti memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan sebagian analis bahkan membuka peluang pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ini menjadi faktor penopang harga emas meski aksi ambil untung sempat menekan harga dari level tertinggi pekan lalu.
Dari sisi teknikal, emas saat ini diperdagangkan di kisaran $3.640 per ons. Support terdekat berada di level $3.620, sementara resistance kuat di kisaran $3.650–$3.670. Selama harga bertahan di atas $3.620, tren jangka pendek masih positif dengan peluang retest ke area resistance. Namun, jika menembus di bawah $3.600, koreksi lebih dalam menuju $3.570 dapat terjadi.
Dengan kondisi tersebut, prospek emas hari ini cenderung netral-bullish, ditopang ekspektasi kebijakan dovish The Fed, meskipun potensi koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id