• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

17 July 2025 08:55  |

Permintaan Melonjak, Pasokan Krisis: Apakah Kenaikan Perak Akan Kalahkan Emas?

Pergerakan harga perak pagi ini masih cenderung berkonsolidasi di antara area $37-$38 pada pembukaan pasar Asia. Ada beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong harga perak untuk terus bergerak naik terkait dari permintaan dan energi terbarukan.

Kondisi pasar global pada perak saat ini menunjukkan defisit pasokan perak selama lima tahun berturut-turut, dengan estimasi kekurangan mencapai 149 juta ons pada tahun ini. Meski produksi tambang meningkat, lonjakan permintaan dari sektor industri tidak terbendung.

Kebutuhan perak terbesar berasal dari industri energi terbarukan dan kendaraan listrik, di mana panel surya menggunakan hampir 200 juta oz perak per tahun, dan mobil listrik memerlukan lima kali lipat lebih banyak perak dibanding mobil biasa.

Tak hanya itu, pertumbuhan pesat sektor AI, semikonduktor, dan perangkat digital turut mendorong permintaan logam ini. Investor juga mulai kembali melirik perak sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global, termasuk ketegangan geopolitik dan inflasi yang belum mereda.

Dari sisi teknikal, harga perak pagi ini diperdagangkan di kisaran US$38, dengan support kuat di area US$37.60 dan resistance terdekat di US$38.40. Indikator RSI menunjukkan kekuatan beli masih mendominasi, meskipun ada potensi konsolidasi jangka pendek.

Analis memperkirakan, jika harga mampu menembus level US$38.40–39.00, perak berpotensi menguat hingga US$40–41 dalam waktu dekat. Namun, koreksi sehat dapat terjadi mengingat harga sempat naik tajam selama dua pekan terakhir.

“Rasio emas-perak yang masih tinggi menunjukkan perak belum mencapai valuasi wajarnya. Ini bisa jadi peluang menarik bagi investor jangka menengah,” ujar analis pasar dari Gainesville Coins, Kamis pagi.

Sementara itu, laporan dari FXEmpire mencatat sinyal teknikal jangka pendek masih bervariasi, namun tren mingguan tetap mendukung arah naik (bullish trend).

Kombinasi antara defisit suplai, permintaan industri yang terus naik, dan ketertarikan investor terhadap aset logam mulia menjadi penggerak utama harga perak saat ini. Meski ada peluang koreksi teknikal jangka pendek, outlook jangka menengah hingga panjang tetap positif.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai