"Tarif Trump" Buat Emas Cetak Rekor Bersejarah
Serangkaian keputusan kebijakan dari Presiden AS Donal Trump semakin membuat kekhawatiran seputar perdagangan global kian meningkat.
Pada bulan lalu, Trump telah melancarkan perang tarif dengan mitra dagang terbesar Amerika Serikat — Meksiko, Kanada, Tiongkok, dan Uni Eropa dalam apa yang ia katakan sebagai upaya untuk menghentikan aliran obat-obatan, khususnya fentanil, ke AS dari Meksiko dan Kanada, dan untuk membujuk para produsen agar menutup operasi mereka di luar negeri dan memindahkannya ke AS untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Amerika.
Trump juga mengenakan tarif sebesar 25% atas ekspor baja dan aluminium ke AS dari 35 negara, termasuk blok Uni Eropa pada hari Rabu (12/3) membuat Eropa yang dengan cepat membalas dengan tarifnya sendiri atas ekspor AS senilai $28 miliar ke negara-negara yang telah lama memiliki hubungan dekat dengan AS, sementara Kanada mengenakan tarif baru atas ekspor AS senilai $20,7 miliar ke tetangganya di utara tersebut.
Presiden AS Donald Trump yang juga mengancam Uni Eropa dengan tarif 200% untuk anggur, sampanye, dan minuman beralkohol lain yang diproduksi di blok 27 negara tersebut setelah UE mengenakan apa yang disebutnya sebagai "tarif 50% yang tidak menyenangkan" untuk wiski sulingan Amerika.
Perang tarif Trump ini telah menyebabkan aksi jual saham Wall Street yang luas, dengan tiga indeks saham utama AS anjlok dalam beberapa hari terakhir. S&P 500 berakhir pada hari Kamis lebih dari 10% di bawah rekor tertingginya yang dicapai bulan lalu.
Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent sebagai mantan manajer dana lindung nilai, mengatakan dia tidak khawatir tentang penurunan baru-baru ini yang telah menghapus triliunan dolar dari pasar ekuitas karena AS berusaha membentuk kembali kebijakan ekonominya.
Di tengah meningkatnya seputar ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang tarif oleh Presiden AS Donald Trump, para investor yang berbondong-bondong mencari tempat lindung nilai membuat emas mencetak rekor bersejarah dengan menyentuh diatas $3.000 untuk pertama kalinya. Logam ini telah naik hampir 14% sepanjang tahun ini, memperpanjang kenaikan tahunannya yang kuat pada tahun 2024.
Sumber : (arl@Newsmaker)