Inflasi AS Mendingin, Kenapa Emas Malah Turun?
Harga emas melemah tipis pada Jumat (19/12) sesi Asia, setelah pasar merespons data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Meski begitu, penurunan emas terlihat terbatas karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi penopang utama tren jangka menengah.
Pada perdagangan terbaru, emas spot bergerak di area $4.327/oz dengan rentang harian sekitar $4.309–$4.337, sementara secara mingguan masih berpeluang menutup lebih tinggi. Namun reli emas tertahan oleh dolar yang kembali menguat mendekati level tertinggi sepekan, sehingga membuat emas relatif “lebih mahal” bagi pembeli non-USD.
Dari sisi fundamental, pemicu awalnya adalah laporan CPI AS November yang lebih rendah dari ekspektasi, yang memperkuat spekulasi pasar bahwa The Fed punya ruang untuk melonggarkan kebijakan di depan. Tetapi efeknya tidak lurus mengangkat emas, karena inflasi yang melandai juga mengurangi urgensi investor memegang emas sebagai lindung nilai inflasi—akibatnya muncul aksi ambil untung setelah reli kuat sebelumnya.
Selain dolar, pasar juga memantau pergerakan imbal hasil obligasi AS. Yield tenor 10 tahun berada di kisaran 4,14%, yang cenderung menahan performa aset tanpa imbal hasil seperti emas ketika yield bergerak naik atau bertahan tinggi.
Sementara itu, fokus pasar hari ini juga mengarah ke University of Michigan Consumer Sentiment (rilis final Desember). Data ini sering memengaruhi ekspektasi konsumsi dan inflasi ke depan, sehingga bisa memicu volatilitas dolar dan emas menjelang penutupan.
Gambaran teknikal hari ini
Secara teknikal, struktur tren besar emas masih cenderung positif karena harga masih berada dekat area puncak historisnya. Namun untuk intraday, emas sedang masuk fase konsolidasi setelah reli, sehingga wajar bila terjadi tarik-ulur di sekitar area psikologis. Area yang paling diperhatikan pelaku pasar:
Support: $4.300, lalu $4.285–$4.275, berikutnya $4.250
Resistance: $4.350, lalu $4.381 (area puncak), kemudian $4.400
Prediksi area penutupan hari ini Jumat (19/12/)
Dengan kondisi likuiditas mulai menipis menjelang libur, skenario yang paling realistis adalah emas menutup di kisaran $4.310–$4.345. Jika dolar melemah pasca rilis Michigan, peluang “dorongan terakhir” menuju $4.350 terbuka. Sebaliknya, jika dolar menguat dan yield bertahan tinggi, emas berpotensi mengetes $4.300 sebelum penutupan.
Outlook minggu depan
Minggu depan pasar masuk fase holiday mode (volume lebih tipis), sehingga pergerakan bisa lebih “loncat” meski tanpa berita besar. Di AS, perhatian tertuju pada sejumlah rilis yang tertunda seperti GDP (Q3) dan durable goods orders, serta pembaruan data terkait PCE pada Selasa, 23 Desember—ini bisa menggeser ekspektasi suku bunga dan menggerakkan dolar-emas.
Untuk arah minggu depan, bias emas masih sideways-bullish selama bertahan di atas $4.300: target uji ulang $4.350 → $4.381, dan jika tembus bersih, pasar akan mulai melirik $4.400. Namun jika emas mulai daily close konsisten di bawah $4.300, koreksi bisa melebar ke $4.275 hingga $4.250 sebelum pembeli kembali masuk.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id