Apakah Perubahan Market Ditentukan Data Semalam ?
Kemarin malam (rilis data tenaga kerja AS yang sempat tertunda), pasar dapat sinyal “mendingin tapi belum ambruk”: Oktober tercatat -105 ribu pekerjaan, November +64 ribu, dan pengangguran naik ke 4,6% (tertinggi sejak 2021).
Ini bikin pelaku pasar nggak buru-buru menaikkan spekulasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Akibatnya, dolar AS yang sempat goyah malah jadi lebih firm sesudahnya: di sesi berikutnya dolar menguat terhadap mata uang G10, dan pasar tetap menilai The Fed tidak perlu “ngebut” untuk pemangkasan. Probabilitas “tahan suku bunga” di pertemuan Januari masih dominan, sementara peluang cut Januari tetap kecil.
Di pasar obligasi, logikanya nyambung: karena data jobs tidak cukup lemah untuk memaksa The Fed cepat melonggar, yield Treasury cenderung naik tipis/bertahan (bonds melemah tipis). Ini juga yang bikin dolar nggak gampang jatuh walau ekonomi terlihat melandai.
Nah, emas & perak justru lanjut kuat. Emas terdorong lagi ke atas $4.330-an mendekati rekor Oktober, sementara perak cetak rekor baru di atas $66/oz.
Penyebabnya dua: (1) pasar tetap melihat peluang pelonggaran suku bunga ke depan (meski bukan “sekarang”), dan (2) risk geopolitik naik lagi sehingga demand safe haven balik muncul.
Untuk minyak, arah geraknya agak beda: awalnya minyak tertekan oleh cerita oversupply + demand yang mulai melambat, tapi kemudian mantul setelah Trump meningkatkan tekanan ke Venezuela (isu “potensi gangguan pasokan” langsung masuk harga). Jadi minyak naik bukan karena data AS bagus, tapi karena pasar tiba-tiba ngitung ulang risiko pasokan global.
Kesimpulannya: data AS kemarin malam bikin pasar mengambil posisi lebih netral—cukup lemah untuk menjaga harapan cut tahun depan tetap hidup, tapi tidak cukup lemah untuk memicu cut cepat, sehingga dolar/yield relatif ketahan. Sementara itu, emas-perak “nangkap bola” dari kombinasi safe haven + ekspektasi suku bunga, dan minyak bergerak karena headline geopolitik. Fokus berikutnya yang bisa mengubah semuanya adalah CPI AS (Kamis) dan komentar pejabat The Fed.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id