Market Mendadak “Merah”: Ada Apa Sebelum Data AS?
Di pertengahan sesi Asia hari ini, banyak market kompak melemah—terutama emas, perak, dan minyak. Pergerakan ini bikin kelihatan “aneh”, padahal biasanya terjadi saat pasar lagi tegang menjelang rilis data besar malam nanti.
Alasan paling umum: trader lagi mengurangi posisi dulu sebelum data AS keluar. Kalau datanya nanti bikin kejutan, harga bisa loncat tajam. Jadi banyak yang pilih “main aman” dengan menutup sebagian posisi, dan efeknya harga jadi turun bareng-bareng.
Untuk emas dan perak, penurunan juga dipicu aksi ambil untung. Emas masih dekat area tinggi di sekitar $4.300, jadi wajar kalau ada yang jual dulu setelah beberapa hari naik. Perak juga sama: kalau kemarin sempat kenceng, sedikit koreksi bisa langsung terasa besar.
Sementara minyak kena tekanan dari sisi berita. Ada optimisme soal pembicaraan damai Rusia–Ukraina, yang bikin pasar mikir pasokan Rusia bisa makin lancar kalau hambatan atau sanksi mulai longgar. Di pasar yang sudah terasa “kebanyakan pasokan”, headline seperti ini gampang menekan harga.
Tekanan minyak makin berat karena data ekonomi China cenderung lemah. Kalau China melambat, pasar takut permintaan minyak dunia nggak cukup kuat buat menyerap pasokan yang terus bertambah. Jadi minyak kena “double pressure”: pasokan berpotensi nambah, permintaan dikhawatirkan melemah.
Intinya, market lagi masuk mode defensif sambil nunggu data AS malam ini. Kalau data AS kuat, komoditas bisa makin tertekan karena dolar/yield cenderung menguat. Tapi kalau data AS lemah, emas dan perak bisa dapat napas, sementara minyak tetap sensitif ke isu pasokan dan data China.(Asd)
Sumber : Newsmaker.id