• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

9 December 2025 10:04  |

Dua Rilis Data JOLTS dalam Sepekan, Pasar Waspada Dampaknya ke Suku Bunga dan Komoditas

Data JOLTS Job Openings menjadi sorotan utama pasar minggu ini setelah otoritas statistik tenaga kerja AS menjadwalkan dua rilis dalam satu pekan. Langkah yang jarang terjadi ini langsung memicu tanda tanya di kalangan pelaku pasar, mengingat JOLTS adalah salah satu indikator penting untuk membaca seberapa ketat pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Di saat The Federal Reserve (The Fed) sedang berada di fase pemangkasan suku bunga, setiap sinyal baru soal tenaga kerja bisa mengubah arah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

Secara umum, rilis ganda seperti ini biasanya terkait dengan alasan teknis dan penyesuaian data. Pertama, bisa ada kebutuhan untuk merevisi atau mengoreksi data sebelumnya, misalnya karena pembaruan metode perhitungan musiman (seasonal adjustment), masuknya data administratif tambahan, atau perbaikan teknis lainnya. Kedua, rilis ganda juga dapat terjadi ketika sebelumnya sempat terjadi penundaan—misalnya karena gangguan operasional atau faktor lain—sehingga data yang tertinggal dirilis bersamaan dengan data periode terbaru. Alhasil, dalam satu minggu, pasar mendapatkan dua bacaan penting sekaligus tentang kondisi pasar tenaga kerja AS.

Bagi The Fed, JOLTS bukan sekadar angka di atas kertas. Tingkat job openings yang tinggi menandakan pasar tenaga kerja masih ketat, permintaan tenaga kerja kuat, dan tekanan kenaikan upah bisa berlanjut. Kondisi ini berpotensi membuat inflasi, terutama di sektor jasa, tetap bandel. Jika dua rilis JOLTS minggu ini sama-sama menunjukkan bahwa lowongan kerja masih tinggi dan hanya turun tipis atau bahkan naik, pasar bisa menafsirkan bahwa The Fed tidak punya ruang besar untuk agresif memotong suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Sebaliknya, jika dua rilis JOLTS tersebut menunjukkan penurunan signifikan pada jumlah lowongan kerja, pasar akan membaca bahwa kebutuhan tenaga kerja mulai mendingin. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan upah dan inflasi berpotensi melemah lebih jauh. Dalam skenario ini, The Fed bisa mendapat “amunisi” tambahan untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga secara lebih percaya diri. Artinya, dua rilis data dalam seminggu ini bukan hanya menambah volatilitas jangka pendek, tetapi juga dapat menggeser peta ekspektasi suku bunga AS hingga tahun depan.

Dampaknya merembet langsung ke pasar komoditas, terutama emas, perak, dan minyak. Jika JOLTS masih menggambarkan pasar kerja yang panas, imbal hasil obligasi AS (Treasury yield) cenderung naik dan dolar menguat. Kondisi ini biasanya menjadi kabar kurang bersahabat bagi emas dan perak, karena logam mulia tidak memberikan bunga dan menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli non-dolar. Pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa suku bunga harus bertahan tinggi lebih lama bisa menekan prospek pertumbuhan ekonomi, sehingga menjadi faktor negatif tambahan untuk permintaan minyak.

Namun jika kedua rilis JOLTS justru mengisyaratkan pelemahan yang jelas di pasar tenaga kerja, gambarnya berbalik. Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih besar atau lebih cepat dapat mendorong yield turun dan dolar melemah. Kombinasi ini umumnya menjadi katalis positif bagi harga emas dan perak, karena biaya peluang memegang logam mulia turun dan permintaan investasi cenderung meningkat. Untuk minyak, sinyal pelonggaran kebijakan moneter bisa dipersepsikan sebagai dukungan bagi pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi, selama pelemahan tenaga kerja tidak dibaca sebagai tanda resesi yang dalam.

Bagi trader dan investor, dua rilis JOLTS dalam satu minggu berarti jadwal risiko tambahan yang perlu diperhatikan. Tidak hanya karena angkanya sendiri, tetapi karena bagaimana pasar akan menghubungkan data tersebut dengan arah suku bunga The Fed dan konsekuensinya ke dolar, imbal hasil obligasi, serta komoditas utama. Di tengah ketidakpastian global dan fase transisi kebijakan moneter, setiap rilis data tenaga kerja sekarang punya potensi untuk mengubah narasi pasar — dan minggu ini, cerita itu datang dua kali.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai