Emas Masih Bertahan di Tengah Tekanan Dolar!
Harga emas diperdagangkan stabil di sesi Asia hari Kamis (6/11), setelah sempat menguat di awal pekan ini. Dukungan kuat dari permintaan fisik kawasan Asia serta meningkatnya kekhawatiran terhadap arah ekonomi global membuat logam mulia ini tetap bertahan di jalur positif meski dolar AS menguat tipis.
Menurut laporan terbaru CME Group, permintaan emas dari Asia terus menunjukkan peningkatan signifikan, baik untuk kebutuhan investasi maupun perhiasan. "Asia telah menjadi motor utama dalam perdagangan dan derivatif emas dunia," tulis laporan tersebut. Data dari World Gold Council juga menunjukkan bahwa negara-negara seperti Tiongkok dan India masih menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi emas fisik global.
Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa kenaikan harga emas yang terlalu cepat mulai menekan aktivitas pembelian di beberapa pasar utama Asia. Berdasarkan laporan Energy News Asia, lonjakan harga membuat permintaan ritel di Tiongkok dan Singapura mulai melambat, terutama dari sisi perhiasan.
Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS juga menjadi faktor pembatas bagi penguatan harga emas. “Saat imbal hasil naik, peluang biaya memegang aset tanpa bunga seperti emas ikut meningkat, sehingga investor lebih berhati-hati,” kata StanChart Wealth Insights dalam analisisnya hari ini.
Secara fundamental, pasar emas masih diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih lanjut di kuartal pertama 2026. Prospek pelonggaran moneter ini membuat aset safe haven seperti emas kembali diminati, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan pelemahan pertumbuhan global.
Dari sisi teknikal, harga emas dunia saat ini bergerak di sekitar US$3.970 - US$3.980 per troy ounce, dengan area support kuat di US$3.940 dan resistance di kisaran US$4.050–4.100. Analis teknikal dari Economies.com mencatat adanya sinyal positif pada indikator RSI yang menunjukkan potensi pemulihan lanjutan. Jika harga mampu bertahan di atas level support, peluang untuk melanjutkan tren naik ke area US$4.050 terbuka lebar.
“Secara keseluruhan, emas di sesi Asia hari ini cenderung bergerak dalam pola konsolidasi dengan bias bullish moderat,” ujar analis pasar global dari TradingView. “Selama harga bertahan di atas US$3.950, tren jangka pendek masih mengarah ke atas.”
Dengan kombinasi antara permintaan fisik yang tetap kuat, ekspektasi pelonggaran suku bunga, dan ketidakpastian global, para pelaku pasar menilai emas akan tetap menjadi pilihan utama investor Asia dalam beberapa pekan ke depan — meskipun tekanan dari dolar AS bisa memunculkan volatilitas jangka pendek.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id