
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham Eropa mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis (22/10/2026), mengikuti gelombang aksi jual di pasar saham global. Indeks STOXX 50 merosot 1,5% hingga menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni, sementara STOXX 600 melemah 0,9%. Penurunan tersebut dipicu kekecewaan investor terhadap laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, yang kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai tingginya valuasi saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Tekanan pasar semakin besar setelah harga minyak dunia melanjutkan kenaikan akibat serangan terbaru terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi. Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya operasional perusahaan dan risiko inflasi global. Jika tekanan harga terus meningkat, bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama, sehingga dapat membatasi pertumbuhan ekonomi dan menekan daya tarik saham.
Dari sisi korporasi, saham Hermes anjlok 6,6% setelah melaporkan tidak adanya pertumbuhan penjualan di kawasan yang mencakup China. Saham Roche turun 1,3% meskipun mencatat penjualan di atas ekspektasi, sementara Thales melemah 1,7% walaupun menaikkan proyeksi kinerja tahunan. Barclays juga turun tipis 0,2% meski laba perusahaan meningkat 12% secara tahunan. Pergerakan tersebut menunjukkan investor tetap berhati-hati meskipun sejumlah perusahaan melaporkan hasil yang relatif positif.
Di tengah pelemahan pasar, saham SAP bergerak relatif stabil setelah perusahaan menaikkan proyeksi kinerja tahunannya, sedangkan Nestle menguat 2,3% berkat pertumbuhan penjualan kuartal ketiga yang solid. Ke depan, pasar saham Eropa diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan laporan keuangan perusahaan, pergerakan harga minyak, dan arah suku bunga global. Jika kekhawatiran terhadap valuasi AI terus meningkat dan harga energi bertahan tinggi, tekanan jual di bursa Eropa berpotensi berlanjut.